Opini  

Amnesty International Desak Ungkap Penyebab Kecelakaan KMP Virgo Transport 8: Lakukan Investigasi Independen

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid (Foto: IST)

ABNnews – Amnesty International Indonesia mendesak adanya investigasi independen, imparsial, dan menyeluruh terkait musibah terbaliknya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta menelusuri dugaan adanya unsur kelalaian.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa investigasi segera dan transparan sangat diperlukan untuk memberikan kejelasan terkait alasan di balik tenggelamnya kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut pada Minggu (13/9/2026).

“Kami mendesak adanya investigasi segera, independen, imparsial, dan menyeluruh atas tragedi ini untuk menjelaskan alasan tenggelamnya KMP Virgo secara transparan,” tegas Usman dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Usman, proses penyelidikan harus memastikan ada atau tidaknya kelalaian dari berbagai pihak, mulai dari operator kapal, pemilik armada, hingga otoritas regulator keselamatan transportasi laut. Jika ditemukan indikasi kelalaian, pihak terkait wajib dimintai pertanggungjawaban hukum demi keadilan para korban dan keluarga.

Dalam pernyataannya, Amnesty International secara khusus menyoroti adanya selang waktu sekitar tiga jam sejak kapal dihantam cuaca buruk hingga sinyal permintaan bantuan akhirnya dikirimkan ke tim SAR.

KMP Virgo Transport 8 dilaporkan mulai menghadapi cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) pukul 01.00 WIB. Namun, panggilan darurat kepada Kantor SAR Banjarmasin baru dilayangkan sekitar pukul 04.10 WIB.

“Mengapa GM Virgo Transport 8 setelah tiga jam, baru meminta pertolongan kepada SAR Banjarmasin? Harus ada penjelasan terkait ini ke publik,” ujar Usman.

Selain masalah jeda waktu SOS, Amnesty juga menyoroti kesaksian para korban selamat. Sejumlah penumpang mengaku tidak mendengar suara alarm darurat saat kapal mulai terbalik di tengah malam ketika mayoritas penumpang sedang tertidur pulas.

Keterangan korban mengenai ketersediaan serta akses penggunaan pelampung saat kejadian juga mendesak untuk ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang.

“Kami sangat mendorong proses investigasi untuk memastikan bahwa KMP Virgo Transport sudah memiliki dan menjalankan standar mitigasi dan kedaruratan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku,” lanjutnya.

Usman mengingatkan bahwa korban dan keluarga korban memiliki hak penuh atas pemulihan, penyelidikan yang jujur, serta uji tuntas (due diligence) terhadap prosedur keselamatan laut demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

KMP Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) dini hari dengan mengangkut total 243 orang. Hingga Selasa pagi, tim SAR telah menemukan 114 orang terdiri dari 108 selamat dan 6 meninggal duniasementara 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Memasuki hari ketiga operasi, Basarnas telah memperluas area pencarian hingga 4.600 mil laut.

Menteri Perhubungan sebelumnya memastikan kapal berkapasitas 500 orang tersebut tidak mengalami overload atau kelebihan muatan saat berlayar.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan.

“Kita harus menunggu secara resmi apa yang menjadi faktor terjadinya insiden atau kecelakaan tersebut, faktor cuaca, atau teknis, atau apapun yang harus kita terima setelah mendapatkan penjelasan utuh hasil dari investigasi,” kata AHY di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *