Foto Prajurit Seragam Lengkap Dampingi Arya Wedakarna di Acara Transgender Thailand Diselidiki TNI

TNI menyelidiki foto anggota berseragam bersama Arya Wedakarna di kontes transgender di Thailand. (ANTARA FOTO/ OJT/ AGITA TARIGAN)

ABNnews – TNI melakukan penyelidikan internal terkait beredarnya foto seorang pria berseragam prajurit lengkap yang mendampingi anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna.

Foto tersebut diambil saat keduanya menghadiri acara di Thailand yang turut menggelar kontes kecantikan transgender dan dikaitkan dengan isu LGBT.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menyampaikan bahwa pihaknya tengah memeriksa identitas serta keabsahan penugasan personel berseragam prajurit tersebut.

“Terkait hal tersebut, kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman internal untuk memastikan identitas personel, status penugasan, serta konteks keberadaannya di Thailand,” tegas Nas saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

Nas memastikan peristiwa ini menjadi evaluasi dan catatan penting bagi jajaran internal TNI.

Sebelumnya, Arya Wedakarna telah memberikan klarifikasi mengenai keberadaannya dalam acara tersebut. Ia menegaskan tidak hadir dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI, melainkan mewakili lembaga keagamaan dan tokoh budaya Bali.

“Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di mana pun,” kata Arya, Rabu (2/9/2026).

Arya menjelaskan agenda di Thailand meliputi peluncuran pariwisata ASEAN, pameran, diskusi, hingga penganugerahan penghargaan. Ia mengaku hadir untuk menerima penghargaan atas promosi pariwisata Bali.

“Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali, alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu,” terangnya.

Ia juga mengaku tidak tahu-menahu jika acara tersebut belakangan dikaitkan dengan kontes transgender maupun isu LGBT, serta enggan mencampuri latar belakang pihak penyelenggara.

“Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan, ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu,” tuturnya.

Mengenai sosok berseragam TNI yang tampak dalam foto, Arya membenarkan bahwa personel tersebut adalah pengawal pribadinya. Ia menyebut pengawalan ketat dibutuhkan selama di luar negeri karena menganggap situasi di Thailand rawan.

“Memang pengawal pribadi saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik ya, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja,” pungkas Arya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *