ABNnews – Pesta ulang tahun istri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah, yang digelar meriah di sebuah restoran di Banjarmasin pada Jumat (28/8/2026) mendulang sorotan tajam.
Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Antropolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah, menilai selebrasi di tengah kepungan kabut asap tersebut membuktikan adanya jurang empati yang nyata di kalangan elit.
“Sekalipun dana yang digunakan dana pribadi, hal ini menunjukkan dalam struktur elit terdapat tembok penghalang realitas masyarakat yang menciptakan jurang empati, sehingga terjadi nirempati terhadap masyarakat yang mengalami bencana,” tegas Nasrullah, Senin (31/8/2026).
Nasrullah menyayangkan sikap pejabat yang tetap melangsungkan pesta mewah padahal kondisi Kalimantan Selatan sedang membutuhkan perhatian serius akibat bencana asap.
Menurutnya, pembiaran terhadap aksi semacam ini dapat berdampak pada terkikisnya sensitivitas atau kepekaan pejabat publik terhadap kondisi riil masyarakat.
“Sisi lain, berorientasi elitis secara horizontal (setara) atau secara vertikal,” ucapnya.
Alih-alih berpihak pada nasib rakyat banyak, Nasrullah berpendapat perhatian serta orientasi para pejabat justru tersedot ke dalam lingkaran kaum elit saja.
Ia menyarankan, jika pejabat memang berniat menggelar acara di tengah situasi prihatin, format perayaannya mestinya disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat.
Misalnya dengan merangkul masyarakat terdampak lewat aksi sosial pembagian masker, pemurni udara (air purifier), hingga bantuan bagi relawan di lapangan.
“Bisa pula dengan menggelar acara salat meminta hujan, dan dukungan alat bagi relawan yang mendukung aktivitas pemadaman lahan,” bebernya.
Kalaupun perayaan bersifat pribadi dan mendesak untuk digelar, hendaknya dilaksanakan secara tertutup di lingkungan keluarga tanpa perlu dipublikasikan ke media sosial.
Nasrullah menegaskan agar keluarga inti pejabat turut menjaga marwah orang tua atau pasangannya dengan tidak memamerkan gaya hidup mewah di tengah situasi bencana.
“Rayakan saja bersama keluarga, secara tertutup dan terbatas tanpa perlu dipublikasikan,” pungkas Nasrullah.












