ABNnews – Seorang pelajar inisial A (17) alami penganiayaan berat dan meninggal dunia di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Adapun identitas para pelaku penganiayaan tersebut yakni dua pelajar berinisial KK (17) dan R (17).
Berdasarkan penyelidikan, aksi pembacokan yang terjadi pada 7 Mei 2026 itu diduga dipicu konflik berkepanjangan antara sekolah pelaku dan korban yang kerap saling mengejek di media sosial.
“Jadi kita amankan inisialnya KK, usia 17 tahun. Terus pengembangan, kita amankan lagi R. R ini cuma sebagai joki sebenarnya, karena dia disuruh-suruh doang katanya, disuruh samperin (korban),” kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan saat dihubungi di Jakarta, Rabu (17/6/2026), dilansir dari Antara.
Alex menjelaskan bahwa peristiwa pembacokan yang terjadi di dekat Terminal Grogol itu bermula dari sekolah pelaku dan sekolah yang telah lama berkonflik di media sosial.
“Dulu mereka sering sahut-sahutan antar sekolah di sosial media. Ejek-ejekan. Walaupun tidak kenal, jadi yang ditarget sama dia (pelaku) adalah sekolahnya (korban). Tahu si korban ini anak dari sekolah ini, nah pokoknya tahu saja anak sekolah ini, makanya nyerang,” kata Alex.
Adapun aksi penyerangan terjadi pada Kamis (7/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban tengah berkumpul dengan beberapa orang temannya.
Lalu tiba-tiba, kelompok korban diserang oleh sejumlah orang menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban terluka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Alex mengatakan, korban sempat dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras hingga kemudian diizinkan untuk rawat jalan oleh dokter.
“Satu minggu kemudian kondisinya drop. Dirawat lagi satu minggu sampai dinyatakan dokter meninggal dunia. Estimasinya 20 hari setelah TKP (insiden). TKP-nya itu 7 Mei. Sekitar tanggal 27 Mei-lah ya berarti dinyatakan meninggalnya,” kata Alex.
Selanjutnya, kedua pelaku yang ditangkap disangkakan dengan Pasal 468 huruf B (tentang penganiayaan berat) atau pasal 262 ayat 4 (tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya orang).
“Tapi tergantung jaksanya mau gunakan pasal yang mana. Karena kita masih duga, ini kan masih pemeriksaan-pemeriksaan, kita masih duga bukan cuma KK ini yang eksekutor, yang lain pun turut support begitu, mungkin sempat pukul di jalan atau gimana, jadi pengeroyokannya ada juga. Masih pengembangan,” pungkas Alex.
Diketahui, dalam serangan yang terjadi pada Kamis (7/5) itu, korban mengalami luka tusuk hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.
Korban yang terkapar dengan kondisi seragam sekolah berlumuran darah terekam sebuah video viral yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar.
Tayangan berdurasi sekitar 30 detik itu memperlihatkan seorang remaja terkapar bersimbah darah setelah menjadi korban penyerangan bersenjata tajam.
Warga sekitar terlihat mengerumuni korban sebelum akhirnya korban digotong ke Rumah Sakit Sumber Waras. Video itu juga menunjukkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis celurit yang diduga digunakan untuk melukai korban.












