banner 728x250

Kala Bahlil Soroti Tren Viral Singkatan MBG di Medsos: Aduh Kacau Sekali!

Bahlil Lahadalia. (Foto: istimewa)

ABNnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut menyoroti tren viral di media sosial yang memelesetkan singkatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi “Mas Bahlil Ganteng”.

Sembari geleng-geleng kepala, Bahlil dengan gaya jenakanya meminta publik untuk tidak memelintir singkatan tersebut dan menegaskan bahwa MBG murni urusan pemenuhan nutrisi anak bangsa.

“Terakhir, sekalipun MBG (Makan Bergizi Gratis) itu adalah bagus, tapi saya mau sampaikan bahwa jangan dipelintir. MBG itulah Makanan Bergizi… apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali,” tutur Bahlil sembari terkekeh, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).

Di luar candaan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa MBG merupakan program nasional yang sangat bagus dan strategis. Kebijakan ini dinilai krusial untuk mendongkrak kualitas SDM dengan cara membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar bisa mendapatkan asupan gizi yang layak dan seimbang.

Bahlil pun tak segan membuka kisah masa lalunya yang kelam demi menekankan betapa pentingnya program pemenuhan gizi ini. Sebagai orang yang tumbuh dari keluarga prasejahtera, ia mengaku paham betul bagaimana perihnya kekurangan makanan bergizi di masa kecil.

“Program ini adalah program yang harus kita wujudkan. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program makanan bergizi gratis ini adalah program mulia,” ungkap Bahlil emosional.

Lebih lanjut, Bahlil tidak menampik bahwa dalam dinamika eksekusinya di lapangan, saat ini memang masih ditemukan sejumlah riak dan kekurangan teknis dalam pelaksanaan program tersebut.

Namun bagi mantan Kepala BKPM ini, adanya kekurangan di masa-masa awal transisi program seharusnya menjadi raport evaluasi dan bahan perbaikan bersama ke depan. Ia mewanti-wanti agar semua pihak fokus mencari solusi, bukan malah saling melempar kesalahan.

“Kalau ada kekurangan, ya sama-sama kita sempurnakan. Tidak usah kita saling menyalahkan,” pungkas Bahlil menutup keterangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *