banner 728x250

Bisa Cuan Rp 11 Triliun, PLN EPI Kebut Rantai Pasok 10 Juta Ton Biomassa

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan bahwa pemanfaatan biomassa secara masif pada sektor ketenagalistrikan akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

ABNnews – Langkah taktis terus digencarkan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam menggarap potensi bioenergi nasional.

PLN EPI kini tengah mengebut penguatan ekosistem dan rantai pasok hingga 10 juta ton biomassa per tahun, yang diproyeksikan mampu mendulang nilai ekonomi atau cuan fantastis hingga Rp 11 triliun bagi masyarakat.

Selain menguntungkan secara finansial, megaproyek hijau ini dibidik mampu menciptakan hingga 150 ribu lapangan kerja baru (green jobs) sekaligus memangkas emisi karbon secara masif. Siasat ini dinilai menjadi terobosan jitu dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa pemanfaatan biomassa secara besar-besaran di sektor kelistrikan akan memberikan efek domino (multiplier effect) yang luar biasa dari hulu hingga ke hilir.

“Kalau implementasi biomassa mencapai 10 juta ton per tahun di pembangkit, nilai ekonominya bisa mencapai Rp 11 triliun. Reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun,” ungkap Hokkop dalam Seminar Series #3 bertajuk Utilisasi BioEnergy di PLN untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia di ITPLN, Jakarta, dikutip Selasa (2/6/2026).

Hokkop membeberkan, biomassa merupakan salah satu senjata transisi energi paling realistis yang bisa dieksekusi dengan cepat melalui program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Lewat skema ini, porsi penggunaan batu bara akan dikurangi secara bertahap dan digantikan dengan limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah organik domestik.

“Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional,” jelas Hokkop.

Hingga saat ini, PLN tercatat sudah sukses menyuntikkan teknologi co-firing biomassa di 52 PLTU yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Sepanjang tahun 2025 kemarin, pemanfaatan biomassa telah menyentuh angka 2,35 juta ton, yang berkontribusi langsung pada pengurangan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

Setidaknya ada 14 jenis bahan baku hijau dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kCal/kg yang sudah dilahap dapur pacu PLTU PLN, mulai dari cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga limbah rumah tangga yang disulap menjadi bahan bakar alternatif.

Di atas kertas, Indonesia sejatinya adalah lumbung biomassa raksasa dengan total potensi mencapai 83,4 juta ton per tahun. Pasokan melimpah ini tersebar subur di Sumatera sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa sebesar 13,1 juta ton per tahun.

Sayangnya, tingkat konsumsi bioenergi nasional saat ini tergolong masih sangat mini, yakni baru sekitar 0,35 gigajoule per kapita per tahun. Angka tersebut tertinggal jauh dari kapasitas asli yang bisa dioptimalkan hingga menyentuh 6,5 gigajoule per kapita per tahun.

“Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membangun ekosistem pasok yang terintegrasi sehingga potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional,” urainya.

Tak mau tinggal diam, PLN EPI kini mulai melebarkan sayap dengan membidik pemanfaatan bioenergi berbasis biogas dan biohidrogen. Salah satu proyek teranyarnya adalah menangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) untuk dikonversi menjadi energi alternatif pengganti gas alam.

Guna memuluskan pengawasan rantai pasok dari hulu ke hilir, PLN EPI juga tengah menggodok sistem digitalisasi canggih berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini nantinya bertugas memonitor pergerakan pasokan biomassa dan operasional co-firing di seluruh PLTU secara real-time.

Lewat langkah agresif ini, PLN EPI berkomitmen terus membuka pintu lebar-lebar bagi keterlibatan masyarakat lokal, petani, kelompok usaha desa (BUMDes), koperasi, hingga generasi muda untuk ikut mengambil peluang bisnis baru yang menjanjikan di sektor hulu logistik biomassa nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *