banner 728x250

Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Bus ALS Bertambah Jadi 19 Orang

Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Rony Samtana. (Foto: istimewa)

ABNnews — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kini tercatat sebanyak 19 orang.

Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Rony Samtana, Jumat (15/05) kemarin mengatakan, masih ada tiga jenazah yang identitasnya belum dikenali.

“Dari peristiwa kecelakaan tersebut korban meninggal dunia berjumlah 19 orang, di mana 17 meninggal dunia di TKP dan dua orang meninggal dunia dalam perawatan medis di rumah sakit,” kata Rony Samtana.

Rony mengatakan, seluruh korban tewas sempat dibawa ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang. Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 14 jenazah melalui serangkaian proses yang meliputi pemeriksaan post mortem, ante mortem, rekonsiliasi, hingga tes DNA yang dilakukan oleh Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri.

“Dari 16 jenazah ditemukan 17 jenazah, karena satu kantong berisi dua body part berbeda. Saat ini masih ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi dan masih masih menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujarnya.

Rony memaparkan bahwa awalnya ada dua korban selamat yang mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, yaitu Ngadiono (44) dan Jumiatun (43). Sayangnya, nyawa Jumiatun tidak tertolong setelah menjalani operasi pengangkatan jaringan Nekrotik.

“Pada malam hari hingga dini hari kondisi pasien mengalami perburukan dan setelah dilakukan tindakan medis intensif pasien dinyatakan tidak dapat tertolong lagi dan meninggal dunia pukul 05.48 WIB,” jelasnya.

Selain Jumiatun, tambahan korban jiwa juga datang dari RSUD Rupit. Seperti dikutip dari detikcom, seorang korban bernama M Tahrul yang sempat dirawat di sana dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya. “Jadi total korban meninggal dunia kecelakaan maut bus ALS di Muratara sebanyak 19 orang,” katanya.

Saat ini, pihak rumah sakit telah menyerahkan jenazah yang sudah teridentifikasi kepada pihak keluarga agar bisa segera dimakamkan.

Sementara di sisi lain, kondisi Ngadiono (korban selamat) mulai membaik pasca-operasi kedua. Ia juga sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap biasa. “Ngadiono masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *