ABNnews – Kerja sama apik ditunjukkan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta dalam memperketat pengamanan objek vital negara.
Sinergi ini sukses membongkar dugaan tindak pidana pencurian tas ekspor di kawasan kargo bandara.
Pelaku yang terlibat dipastikan merupakan oknum pekerja dari pihak operator kargo, dan bukan merupakan karyawan internal dari InJourney Airports.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian dalam melakukan penegakan hukum di lingkungan bandara demi menjaga kenyamanan publik.
“Kami informasikan bahwa InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan, dan telah berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Aksi pencurian tas ekspor tersebut terendus terjadi di area parkir Pergudangan Aeroville (dahulu kawasan Soewarna) yang masuk dalam zonasi Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 13 April 2026 lalu.
Menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat, Cargo Security Department Bandara Soekarno-Hatta langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres Bandara Soetta. Petugas kemudian menyisir sejumlah bukti digital untuk melacak pergerakan pelaku.
“Petugas segera melakukan pemeriksaan mendalam, di antaranya melalui rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian,” jelas Heru.
Lewat pengungkapan kasus ini, Heru memberikan peringatan keras kepada seluruh vendor, perusahaan, maupun entitas yang beroperasi di wilayah Bandara Soekarno-Hatta agar tetap mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.
Ia menjamin sistem pengamanan yang dimiliki bandara terbesar di Indonesia ini sangat ketat dan berlapis, sehingga tindakan kriminal sekecil apa pun pasti akan terdeteksi.
“Bandara Soekarno-Hatta memiliki sistem dalam menjaga keamanan, dan aktivitas yang melanggar keamanan pasti akan terdeteksi oleh InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta,” pungkasnya.













