ABNnews — SMK Letris Indonesia, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dihebohkan dengan dugaan child groming. Diduga ada kedekatan khusus antara kepala sekolah dengan salah satu siswi di sekolah tersebut.
Kasus ini viral di media sosial Bukti percakapan hingga foto kebersamaan mereka kini viral di media sosial X dan memicu kecaman publik.
Kasus ini ramai setelah akun X @lesdeaux mengunggah sederet tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan kepala sekolah tersebut dengan siswi.
“Temen2 boleh bantu ramein? kepsek smk-ku dulu, ternyata pedo.. udh pnya istri & anak malah godain byk siswi bahkan ada yg sampai dipacarin,” tulisnya, dikutip Jumat (15/05).
Tangkapan layar yang beredar memperlihatkan percakapan bernada personal hingga menggoda. Dalam salah satu chat, pria yang diduga kepala sekolah itu terlihat mengajak siswi bertemu di lobi dan meminta datang ke sebuah ruangan.
Sementara pada percakapan lain, terlihat obrolan yang mengarah pada permintaan foto pribadi. Sosok pria itu juga diduga meminta agar percakapan disimpan sendiri dan tidak melibatkan orang lain.
Sejumlah akun anonim juga membagikan cerita. Salah satunya soal modus. Kepala sekolah disebut membuat pola pendekatan ke siswi yang kurang mendapat perhatian dari ayah atau fatherless. Peristiwa itu disebut sudah terjadi berkali-kali.
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam dugaan tindakan tidak pantas tersebut karena melibatkan relasi kuasa antara tenaga pendidik dan murid yang masih berstatus pelajar.
Menanggapi isu yang berkembang, pihak SMK Letris Indonesia 2 melalui akun Instagram resminya menyampaikan pernyataan terkait langkah yang telah diambil yayasan dan manajemen sekolah.
Dalam pernyataan tersebut, pihak sekolah menyebut kepala sekolah yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya guna mendukung proses investigasi internal.
Pihak yayasan juga mengaku telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta terkait dugaan tersebut. Investigasi disebut dilakukan secara menyeluruh dan mendalam sesuai aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku.
“Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis pernyataan akun Instagram @/letrispamulangofficial.
Selain melakukan investigasi internal, pihak sekolah juga mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menentukan langkah dan kebijakan lanjutan.
“Yayasan telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta yang ada. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku.”













