ABNnews – Situasi mencekam terjadi di Hotel Hilton, Washington DC, saat acara makan malam jurnalis Gedung Putih (White House Correspondents’ Dinner) berlangsung, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. Terdengar suara tembakan yang memicu kepanikan massal dan memaksa Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pejabat tinggi lainnya segera dievakuasi.
Dilansir dari BBC, Insiden bermula ketika terdengar suara tembakan di luar ballroom utama lokasi acara. Agen Secret Service yang bertugas di lokasi dengan sigap berteriak “tembakan!” untuk memperingatkan para tamu undangan.
Merespons ancaman tersebut, para tamu yang hadir di dalam ballroom langsung diperintahkan untuk mencari perlindungan dengan tiarap atau bersembunyi di bawah meja.
Sementara itu, agen Secret Service bergerak cepat mengevakuasi Presiden Donald Trump dan Melania Trump yang berada di atas panggung menuju tempat yang lebih aman.
Bukan hanya Presiden Trump, sejumlah pejabat tinggi negara juga segera diamankan oleh petugas keamanan. Mereka yang dievakuasi ke lokasi aman antara lain: Wakil Presiden AS, JD Vance, Ketua DPR AS, Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F Kennedy dan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Dalam kekacauan tersebut, Direktur FBI Kash Patel sempat terlihat melindungi rekannya dengan menutupi tubuhnya dan menjatuhkan diri ke lantai sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.
Kabar melegakan datang tak lama setelah evakuasi. Agen Secret Service mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah berhasil diringkus. Presiden Trump pun memberikan pernyataan melalui unggahan di akun Truth Social-nya.
“Malam yang cukup menegangkan di Washington DC. Dinas Rahasia dan Penegak Hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku penembakan telah ditangkap,” tulis Trump usai dirinya dibawa ke Gedung Putih.
Meski Trump sempat mengusulkan agar acara tetap berlanjut, pihak berwenang memutuskan untuk menunda acara demi keamanan.













