ABNnews – Dunia musik Tanah Air kembali berduka. Ndhank Surahman Hartono, sosok musisi legendaris yang merupakan mantan gitaris sekaligus pencipta lagu band Stinky, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026).
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Ndhank dikabarkan sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma di sebuah rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara.
Kabar kepergian sang musisi dikonfirmasi oleh Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) melalui akun media sosial resmi mereka.
“Kami segenap keluarga besar AKSI mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono,” tulis pernyataan resmi AKSI seperti dikutip, Minggu (19/4/2026).
Melalui akun Instagram @aksibersatu, AKSI mengenang Ndhank sebagai musisi yang memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia. Ndhank adalah sosok di balik kesuksesan band Stinky yang berdiri sejak tahun 1995.
Selama hidupnya, Ndhank dikenal lewat karya-karya fenomenal yang menjadi bagian penting perjalanan musik Indonesia, di antaranya: “Mungkinkah” da”n Jangan Tutup Dirimu”
“Karya-karya fenomenal beliau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia dan akan terus dikenang lintas generasi,” tulis AKSI dalam unggahannya.
Selain mahir dalam bermusik, Ndhank juga dikenal luas sebagai pejuang hak cipta. Ia kerap menyuarakan perlindungan bagi para pencipta lagu di Tanah Air. Bahkan, ia sempat menjadi sorotan publik saat melayangkan somasi terkait royalti atas lagu hit “Mungkinkah”.
“Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia,” lanjut pihak AKSI.
Pihak AKSI mendoakan agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa melapangkan jalannya, mengampuni segala dosa, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa terbaik kami untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap kuat dan ikhlas,” tutup pernyataan tersebut.
Selamat jalan, Ndhank. Karya-karyamu akan tetap abadi di hati para penikmat musik Indonesia.













