ABNnews – Militer Israel (IDF) lagi-lagi dihantam kabar miring dari internalnya sendiri. Dua personel Angkatan Udara Israel dilaporkan ditangkap atas tuduhan serius: menjadi mata-mata untuk pihak Iran.
Penangkapan ini menambah panjang daftar tentara Zionis yang membelot pasca-pecahnya perang terbaru pada 28 Februari lalu.
Kepala divisi investigasi kriminal kepolisian militer IDF, Lee Ayash, mengonfirmasi bahwa kedua tentara tersebut kini tengah mendekam di tahanan. Mereka bakal menjalani pemeriksaan intensif selama satu bulan ke depan untuk membongkar motif di balik aksi nekat tersebut.
Lee Ayash mengungkapkan, ada kecurigaan kuat bahwa agen intelijen Iran berhasil merekrut para tentara ini. Modusnya cukup licik, yakni memanfaatkan jabatan mereka untuk mengintip informasi rahasia yang bersifat sangat sensitif.
Nggak main-main, data yang diduga dibocorkan mencakup sistem militer, lokasi-lokasi strategis, hingga profil tokoh militer berpangkat tinggi. Bayangkan detikers, posisi para jenderal mereka sendiri pun terancam gara-gara pengkhianatan ini!
Melansir laporan i24 News, kasus spionase ini diduga bukan cuma urusan dua orang saja. Polisi militer mencium adanya jaringan yang lebih besar dan sistematis. Penyelidikan awal bahkan sudah menyasar personel dari unit-unit super sensitif, termasuk bagian pertahanan udara.
Pihak keamanan Israel pun geram dan berjanji bakal mengambil tindakan tegas sebagai respons atas kasus yang mencoreng muka militer Zionis tersebut.
Aksi pembelotan ini ternyata bukan yang pertama kalinya terjadi sejak perang pecah akhir Februari 2026. Sebelumnya pada 20 Maret, polisi Israel juga menangkap seorang tentara cadangan yang bertugas di sistem pertahanan udara kebanggaan mereka, Iron Dome, atas tuduhan serupa menjadi agen Iran.













