banner 728x250

Berawal dari Curhatan di Threads, Skandal ‘Lurah AI’ Kalisari Berakhir dengan Pemecatan Jabatan!

Gunernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: istimewa)

ABNnews – Gubernur Jakarta Pramono Anung bertindak tegas menyusul polemik penanganan aduan warga yang dibalas menggunakan gambar hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).

Tak main-main, Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, resmi dibebastugaskan dari jabatannya!

Tak hanya lurah, sejumlah pejabat di Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, juga kena getahnya. Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan serta Kasi Ekonomi dan Pembangunan turut dijatuhi sanksi serupa.

“Dari Kasi Ekonomi Pembangunan dan Kasi Pemerintahan, termasuk Lurah Kalisari, kami bebastugaskan. Dibebastugaskan itu artinya dari jabatan yang dia sandang saat ini,” ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Selain para pejabat, Pramono mengungkapkan ada tiga petugas PPSU yang terlibat dalam drama rekayasa foto ini. Ketiganya langsung dijatuhi Surat Peringatan Pertama (SP1). Pramono bahkan menemui mereka secara pribadi untuk memberikan peringatan keras.

“Saya sampaikan ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka kalau memang masih ingin bekerja di DKI Jakarta,” tegas Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet ini mengaku sangat kecewa dengan kejadian di Kalisari. Menurutnya, tindakan memalsukan laporan dengan AI sangat mencoreng nama baik Pemerintah Provinsi Jakarta di mata publik.

“Memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali,” katanya dengan nada serius.

Meski begitu, Pramono menyebut pembebastugasan ini adalah bagian dari proses pembinaan ASN. Ia tak menutup pintu karier bagi mereka secara permanen jika nantinya menunjukkan perubahan yang lebih baik setelah dibina.

Skandal ini pertama kali mencuat setelah pengguna akun Threads @seinsh curhat soal parkir liar di kawasan Pasar Rebo yang tak kunjung tuntas. Warga tersebut mengaku sudah melapor hingga tingkat kelurahan, tapi tidak mendapat penyelesaian nyata.

Puncaknya, saat mencoba melapor lewat aplikasi JAKI, warga tersebut justru menerima laporan tindak lanjut yang disertai foto mencurigakan.

Setelah diteliti, foto tersebut diduga kuat merupakan hasil rekayasa AI, seolah-olah penertiban sudah dilakukan padahal kenyataannya masih semrawut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *