banner 728x250
Dunia  

Disemprot Trump Gara-gara Serukan Damai di Iran, Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut!

Paus Leo XIV (Tangkapan layar via YouTube Vatican News)

ABNnews – Hubungan antara pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya sedang berada di titik nadir.

Paus Leo menegaskan dirinya sama sekali tidak takut menghadapi kritik pedas Trump terkait seruannya mengakhiri perang di Timur Tengah.

Bagi Paus, bersuara menentang peperangan bukan soal politik, melainkan sebuah “kewajiban moral” yang harus dijalankan.

Perseteruan ini memuncak sebelum Paus Leo terbang dari Roma menuju Aljir, Aljazair, Selasa (14/4/2026). Trump menghujani Paus kelahiran AS tersebut dengan berbagai kecaman.

Trump merasa terganggu dengan seruan perdamaian Paus Leo terkait konflik Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Trump bahkan mempertegas kritikannya dengan menyebut Paus Leo “lemah” dan merasa “tidak perlu meminta maaf” atas ucapannya.

“Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, padahal Anda tidak bisa membiarkan Iran punya senjata nuklir,” tegas Trump dalam pernyataan terbarunya.

Menanggapi “nyanyian” Trump, Paus Leo berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepausan sebelum mendarat di Aljazair. Dengan tenang, ia menegaskan bahwa dirinya bukan seorang politisi dan tidak punya niat untuk berdebat kusir dengan sang Presiden AS.

“Yang saya katakan adalah bahwa misi Gereja sangat jelas. Injil mengatakan… berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian. Saya percaya bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara dengan sangat jelas menentang perang,” ujar Paus Leo.

Paus Leo pun menambahkan kalimat yang cukup berani menantang narasi Trump.

“Saya tidak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun untuk berbicara lantang tentang pesan Injil,” tegasnya.

Trump tak berhenti di situ. Ia bahkan menyindir proses terpilihnya Leo sebagai Paus, dengan menyiratkan bahwa para kardinal Vatikan memilihnya hanya karena latar belakangnya sebagai orang Amerika. Trump juga mengkritik Paus “buruk dalam kebijakan luar negeri” dan mengaku “bukan penggemar berat Paus Leo”.

Aksi serang lisan Trump ini langsung memicu reaksi keras dari Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni. Meloni pasang badan dan menyebut kritikan Trump terhadap Paus Leo “tidak dapat diterima”.

Menurutnya, adalah hal yang benar dan wajar bagi seorang pemimpin agama untuk menyerukan perdamaian dan mengutuk segala bentuk peperangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *