ABNnews — Perempuan berinisial FR (20) terluka akibat disiram air keras saat mengendarai motor di Jalan Raya Perjuangan, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (06/12) pekan lalu.
Kapolsek Bekasi Utara Kompol Yus Jahan menjelaskan korban mengalami luka bakar di tubuh. “Luka di muka enggak ada, tapi di badan depan sama punggung,” kata Yus Jahan, Rabu (11/12).
Yus Jahan menerangkan pada hari itu korban dalam perjalanan pulang dan motornya mogok. Korban lalu menelepon suaminya. Setelah itu, sang suami membawa motor FR ke bengkel. Sementara korban melanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor suaminya.
“Korban naik motor suaminya kemudian dipepet, lantas disiram dari belakang, luka paling banyak di belakang, (air keras) masuk ke badan depan juga,” tutur dia.
Yus Jahan menyampaikan saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan mengejar pelaku penyiraman. Menurut keterangan, FR mengenal pelaku penyiraman air keras itu. “RekamanSaat ini pelaku masih dalam pengejaran,” ucap dia.
Sementara ibu korban, Sri Kartikah (54) mengungkap, terduga pelaku penyiraman air keras terhadap putrinya adalah pria berinisial J (23), yang merupakan teman dekat FR.
J diduga sakit hati lantaran FT rujuk dengan suaminya, I (23), yang sebelumnya sempat bercerai. “Namanya labil, anak saya sama suaminya balikan (rujuk). Dari situ deh dia (J) enggak seneng hati,” kata Sri kepada wartawan.
Sri mengungkapkan, putrinya menjalin hubungan dekat dengan J pasca-perceraian dengan suaminya. Kedekatan keduanya juga ditandai dengan aktivitas J yang kerap mengantarkan korban berangkat kerja.
Namun seiring waktu, korban dan I ternyata memutuskan untuk rujuk. J yang mengetahui keduanya kembali membina rumah tangga sakit hati. Tak hanya terhadap korban, J juga mempunyai hubungan persahabatan yang cukup dekat dengan suami korban.
“J, dia teman main suaminya korban, sering nongkrong. Dia sahabatnya si I suaminya FR (korban). Sering nongkrong di rumahnya I,” ungkap Sri.
Keyakinan Sri bahwa terduga pelaku adalah J berangkat dari keterangan korban. Pada hari peristiwa penyiraman terjadi, korban sempat menolak ajakan J untuk bermain.
Tak berselang lama, J melihat status Whatsapp korban sedang di tempat cuci sepeda motor yang berada di depan kediamannya. Kepada Sri, korban mengaku melihat J sudah berada di tepi jalan selepas pergi dari tempat cuci sepeda motor.
“Mungkin dia ngelihat, ‘wah si FR ada di situ tuh (steam motor)’, dia sudah ancang-ancang, kalau kata FR dia memang sudah nunggu di Gang Al-Manar, pakai tas,” ungkap Sri.
Berdasarkan rekaman CCTV, saat kejadian FR tengah mengendarai sepeda motornya di jalan raya. Namun tiba-tiba, datang seorang pria yang juga mengemudikan sepeda motor memepet korban, lalu menyiram cairan yang diduga air keras.
Cairan tersebut disiramkan ke bagian punggung korban dari arah belakang. Sontak, korban memelankan kendaraan dan seketika menjatuhkan sepeda motornya.
Korban yang saat itu masih mengenakan helm juga langsung membuka jaketnya. Tampak korban menahan rasa perih sambil berjingkrak-jingkrak. Kedua kakinya menghentak-hentak tanah secara cepat sambil menatap pelaku yang sempat berhenti di pinggir jalan.













