Geger Rekaman CCTV Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Mediasi Digelar Hingga Pakai Adat Punan Uheng Kareho

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra dalam pertemuan di Mapolres Kapuas Hulu, usai dugaan pemukulan terhadap warga, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. Polres Kapuas Hulu

ABNnews – Beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi dugaan pemukulan oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra terhadap seorang warga di Terminal Bus Kedamin, Kalimantan Barat, mendadak geger di media sosial.

Buntut dari insiden pada Jumat (30/10/2026) tersebut, mediasi kilat langsung digelar dan berujung pada penyelesaian secara hukum adat.

Pascakejadian yang menyita perhatian publik itu, AKBP Wisnu langsung menginisiasi dan memfasilitasi pertemuan tertutup di Ruangan Kapolres Kapuas Hulu pada Jumat siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, jajaran pejabat utama Polres Kapuas Hulu, Ketua DPD Satria Borneo Raya Kapuas Hulu Yohanes, perwakilan anggota TBBR, serta pihak keluarga korban beserta masyarakat yang terlibat dalam insiden.

Dalam forum mediasi tersebut, AKBP Wisnu secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada korban bernama Iki Adi atas kekhilafan yang dilakukannya saat memimpin kegiatan bersih-bersih (kurve) di area Terminal Kedamin.

“Kapolres juga mengakui kesalahannya, menyampaikan penyesalan, serta menyatakan kesediaannya untuk mengikuti ketentuan hukum adat yang berlaku,” tulis keterangan resmi Polres Kapuas Hulu, Sabtu (31/10/2026).

Wisnu berharap permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima dengan lapang dada oleh korban dan keluarga, serta menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Pihak keluarga Iki Adi tak menampik adanya rasa kekecewaan yang mendalam atas tindakan kekerasan yang menimpa kerabat mereka. Kendati demikian, dengan menjunjung tinggi iktikad baik dan semangat penyelesaian kekeluargaan, pihak keluarga menyatakan bersedia menerima permohonan maaf dari pimpinan Polres Kapuas Hulu tersebut.

Dari hasil mediasi lintas instansi dan elemen masyarakat ini, seluruh pihak sepakat untuk merampungkan permasalahan tersebut melalui mekanisme adat setempat, yakni hukum adat Punan Uheng Kareho.

Ketua DPD Satria Borneo Raya Kapuas Hulu, Yohanes, memberikan apresiasi tinggi kepada AKBP Wisnu yang secara jantan mau mengakui kesalahan, meminta maaf, serta membuka ruang penyelesaian jalur adat.

Senada dengan hal tersebut, Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengajak seluruh warga untuk mengedepankan sikap saling memaafkan serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar wilayah Kapuas Hulu tetap aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *