Video Rekam Tebusan Motor Hilang Bocor, Kades di Malang Marah-marah Hingga Kembalikan Uang

Tangkapan layar video viral dugaan pemerasan di Malang. (Foto: Istimewa)

ABNnews – Aksi dugaan pemerasan oleh oknum Kepala Desa dan perangkat Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, berujung perdebatan sengit setelah rekaman video proses penyerahan uang tebusan motor hilang tersebar ke media sosial.

Oknum Kades sempat memaki korban usai menyadari aksinya direkam, hingga akhirnya mengembalikan separuh uang tebusan tersebut.

Peristiwa ini dialami oleh keluarga Okta (26). Dugaan pemerasan bermula saat sepeda motor Honda Supra Fit milik ayahnya raib diparkir di area kebun jeruk pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Ini merupakan kali kedua sepeda motor orang tuanya hilang setelah sebelumnya raib di depan rumah pada 10 Agustus 2026.

“Waktu bapak mau pulang dari kebun 22 September kemarin, motornya hilang. Ini motor kedua, motor pertama hilang di rumah Agustus lalu,” kata Okta, Jumat (25/9/2026).

Saat kebingungan mencari motor di kebun, ayah Okta sempat bertemu dengan Kades, perangkat desa, dan beberapa orang lain di lokasi untuk meminta bantuan menghubungi keluarga agar bisa dijemput.

Kejanggalan terjadi keesokan harinya, Rabu (23/9/2026) pukul 09.00 WIB. Perangkat desa mendadak mendatangi rumah korban dan mengklaim motor tersebut sudah ditemukan di wilayah Kalipare, Malang. Padahal, keluarga korban sama sekali belum melapor ke polisi ataupun membagikan foto kendaraan.

Perangkat desa tersebut berdalih bahwa Pak Kades telah menalangi uang tebusan dan meminta keluarga korban menggantinya sebesar Rp 1 juta.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Okta bersama ayahnya mendatangi kantor desa setelah mendapat informasi bahwa motornya sudah berada di sana.

Mereka berniat menyerahkan uang ganti tebusan Rp 1 juta kepada Kades dan perangkat desa.

Namun, situasi mendadak memanas saat Okta diam-diam merekam proses penyerahan uang tersebut menggunakan ponselnya.

“Tapi karena tahu saya memvideo, mereka marah dan memaki bapak saya. Uang yang kami serahkan Rp 1 juta, kemudian dikembalikan separuhnya Rp 500 ribu,” ungkap Okta.

Perdebatan sempat terjadi lantaran Okta mendesak agar pihak desa membeberkan identitas pelaku pencurian yang menyerahkan motor tersebut, namun permintaan itu ditolak.

“Sebenarnya di video itu, saya mau bayar asal saya tahu pelaku. Tapi mereka gak mau kasih tahu. Setelah itu, karena saya disuruh pulang sama Kakak, uangnya saya kasihkan ke langsung ke Kades Rp 1 juta. Setelah saya sampai rumah sekitar ada 20 menit atau setengah jam-an ada perangkat desa yang mengembalikan Rp 500 ribu,” bebernya.

Okta menambahkan, fisik kendaraan milik ayahnya mengalami kerusakan di bagian lubang kunci serta kabel.

Merasa menjadi korban intimidasi dan pemerasan, Okta telah resmi melaporkan oknum Kades beserta perangkat Desa Kemiri ke Mapolres Malang.

“Saya sudah melapor ke Polres Malang, soal pemerasan. Yang kami laporkan perangkat desa serta kades,” tegas Okta.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono membenarkan adanya laporan dari pihak korban. Saat ini Satreskrim Polres Malang tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana tersebut.

“Korban sudah melapor, sekarang dalam penyelidikan Reskrim,” ujar Budiono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *