Jerit Tangis Keluarga dan Warga Gelar Doa Bersama di Carita untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Keluarga para jurnalis penumpang kapal menggelar doa bersama di halaman penginapan Paniisan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2026), untuk mendoakan keselamatan rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda dalam misi peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

ABNnews – Keluarga korban bersama ratusan warga menggelar doa bersama secara intensif di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Aksi doa bersama ini digelar sebagai ikhtiar batin memohon keselamatan rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda.

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Sandi Wiyasa, menyampaikan bahwa aksi pemanjatan doa keselamatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian serta empati mendalam warga lokal mendampingi pihak keluarga korban yang terus berharap mukjizat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dari masyarakat yang berharap para penumpang kapal dapat segera ditemukan,” ujar Sandi di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, dikutip dari Antara, Jumat (18/9/2026).

Sandi mengaku terpukul dan berduka atas musibah tersebut. Pasalnya, ia merupakan pemilik armada kapal cepat KM Arupadatu I, di mana dua dari delapan korban yang hilang merupakan anak buah kapal (ABK) miliknya.

Pelaksanaan doa bersama pada Kamis siang tersebut melibatkan puluhan jamaah Majelis Ta’lim serta warga dari tiga kecamatan terdekat, yakni Kecamatan Carita, Jiput, dan Pulosari.

Sebelumnya, sejumlah anggota keluarga dari lima jurnalis juga telah menggelar doa Istighosah bersama semalaman di halaman penginapan kawasan Marina Carita.

Gema doa bersama tersebut turut diikuti oleh perwakilan personel Kantor SAR Banten, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Banten, hingga jajaran petugas dari Tim SAR Gabungan lainnya di lokasi.

Sebagai informasi, delapan penumpang yang hingga kini masih berada dalam pencarian tim SAR gabungan terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Berikut daftar lengkap korban yang berada di KM Arupadatu I:

* M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Kantor Berita ANTARA Biro Banten)

* Ari Basuki (Jurnalis Merdeka.com)

* Yudhistiro (Jurnalis iNews)

* Firdaus (Jurnalis Anadolu)

* Donal (Jurnalis Lepas)

* Warta (Nakhoda)

* Surakman (ABK)

* Heriyanto (Pemandu)


Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan pelayaran untuk peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda via Carita, Pandeglang, sejak Senin (7/9) siang.

Beriringan dengan gelaran doa bersama, Basarnas kian memperluas daya jangkau operasi penyisiran pada hari ke-10 hingga mencakup area seluas 8.509 nautical mile (NM) persegi. Luas area ini melonjak signifikan dari posisi pencarian hari sebelumnya yang berada di angka 3.439 NM persegi.

Dari 10 sektor wilayah pencarian yang disebar, penyisiran terluas difokuskan pada Sektor C seluas 3.380 NM persegi.

Area Sektor C dikawal ketat oleh KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga menjangkau perairan terbuka Samudra Hindia di sebelah barat Teluk Belimbing menuju arah selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *