ABNnews – Teka-teki mengenai penyebab pasti kematian Sutrimo yang ditemukan tewas misterius mulai terkuak.
Polda Metro Jaya menyatakan hasil ekshumasi jasad korban telah keluar dan siap menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.
“Ya, kita nanti dalam waktu dekat pasti akan disampaikan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum. Untuk hasil sejauh ini sudah keluar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026).
Budi menjelaskan bahwa penyidik Ditreskrimum telah berkoordinasi secara mendalam dengan tim dokter forensik medikolegal yang menangani autopsi ulang jasad Sutrimo guna membedah temuan laboratorium tersebut.
“Sudah dikoordinasikan dari penyidik kepada tim dokter forensik medikolegal yang menangani pada saat pelaksanaan ekshumasi. Ini dalam waktu dekat akan disampaikan oleh Ditreskrimum,” terangnya.
Guna menjaga transparansi penyelidikan, Budi memastikan pihaknya terus menyampaikan perkembangan terbaru kasus ini kepada pihak keluarga korban melalui tim kuasa hukumnya.
“Iya, kita komunikasi terus dengan pihak keluarga melalui PH-nya (penasihat hukum) ya,” kata Budi.
Polda Metro Jaya mengupayakan agar pengumuman hasil ekshumasi serta langkah penetapan hukum selanjutnya dapat dibeberkan ke publik pada pekan ini.
“Ya, mudah-mudahan dalam minggu ini. Dalam waktu dekat kami akan koordinasikan dengan Ditreskrimum untuk segera menyampaikan hasil eksumasi dan langkah dari dokter forensik medikolegal,” tambahnya.
Untuk diketahui, proses pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Sutrimo digelar di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026). Proses ekshumasi tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.
Sutrimo sebelumnya ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026). Korban sempat dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Saat pertama kali ditemukan meninggal, jasad Sutrimo disebut-sebut mengeluarkan buih dari bagian mulut dan hidungnya. Hal ini pun menjadi fokus utama pemeriksaan tim forensik.
“Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada,” kata Ketua Tim Dokter Forensik, Prof Yudi, dalam konferensi pers usai ekshumasi, Rabu (12/8/2026).
Demi memastikan kandungan di balik buih tersebut, tim forensik mengambil sampel usapan (swab) dari jasad korban untuk diuji di laboratorium forensik, yang hasilnya kini siap diungkap oleh polisi.












