Opini  

4 Hari usai Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu, Purbaya Mendadak Dicopot! Ada Apa?

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

ABNnews – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto mendadak jadi sorotan publik.

Keputusan mengejutkan ini diambil hanya berselang empat hari setelah Purbaya melakukan perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai pencopotan Purbaya tak lepas dari serangkaian polemik di internal Kemenkeu.

Masalah tersebut berentetan mulai dari rotasi pejabat eselon, kebijakan penahanan restitusi pajak, hingga target setoran dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) senilai Rp 120 triliun.

“Jadi persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang masalah gitu ya, antara Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Pajak terutama soal pergantian eselon dua,” kata Bhima, dikutip mol Selasa (15/9/2026).

Purbaya sebelumnya merombak ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026). Mutasi, promosi, dan pengisian posisi tersebut menyasar sejumlah unit strategis, mulai dari jajaran direktorat jenderal, Badan Layanan Umum (BLU), hingga direksi Special Mission Vehicle (SMV).

Namun, langkah Purbaya tersebut kabarnya mendapat penolakan kuat dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama serta Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. Keduanya bahkan memilih tak hadir dalam agenda pelantikan pejabat baru tersebut.

Tak cuma rotasi pejabat, Bhima menyebut kebijakan penahanan restitusi pajak juga memicu keretakan hubungan antara Purbaya dan jajaran Ditjen Pajak.

“Kemudian restitusi pajak yang ditahan itu buat banyak pelaku usaha nggak happy karena awalnya restitusi pajak itu ditahan untuk dicek di sektor sumber daya alam, tapi ternyata di semua sektor. Jadi antara Bimo dengan Purbaya beda pendapat,” jelas Bhima.

Dinamika internal semakin memanas saat timbul rencana penarikan dividen Danantara BUMN sebesar Rp 120 triliun ke kas negara. Rencana tersebut menuai protes keras lantaran belum disetujui pihak Danantara.

“Selain itu juga ada persoalan dividen Rp 120 triliunnya Danantara BUMN yang di sektor Kementerian Keuangan, itu juga dapat protes keras dari Danantara,” lanjutnya.

Sebelum dicopot, Purbaya sempat menegaskan bahwa perombakan ratusan pejabat pada Kamis (10/9/2026) lalu dilakukan murni demi menyegarkan kinerja organisasi Kemenkeu.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja, tetapi merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik,” tutur Purbaya saat itu.

Namun, hanya dalam hitungan empat hari pascapelantikan masif tersebut, Presiden Prabowo resmi mengganti Purbaya. Posisi Menkeu kini diserahterimakan kepada Suahasil Nazara, sosok yang telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan selama kurang lebih tujuh tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *