ABNnews – Bentrokan mengerikan antar-dua kelompok perguruan silat pecah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Senin (7/9/2026) dini hari.
Bentrok massal yang melibatkan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PSNU) tersebut menghancurkan puluhan rumah warga akibat hujan batu di tengah pemukiman.
Kerusakan terbanyak menyasar area atap dan genteng rumah warga yang hancur berantakan terkena lemparan batu saat bentrokan berlangsung di jalan utama.
Camat Polokarto, Heri Wahyu Cahyono, menyebutkan jumlah rumah yang rusak mengalami peningkatan dari data awal setelah dilakukan penyisiran ulang di lapangan.
“Informasi dari Pak Kadus ada tambahan rumah kerusakan warga kurang lebih dua. Jadi totalnya di Dukuh Mranggen ada sekitar 24 rumah. Selain itu, di Dukuh Jenglong, Desa Jatisobo juga ada satu rumah yang rusak,” ujar Heri dikutip kompascom, Rabu (9/9/2026).
Total kerugian materiil akibat kerusakan 25 bangunan rumah tersebut ditaksir mencapai Rp 9 juta. Guna meringankan beban warga, Polres Sukoharjo bersama Pemkab Sukoharjo langsung menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 10 juta. Penyaluran uang tunai tersebut dikoordinasikan melalui pemerintah desa sesuai daftar taksiran kerugian warga.
Inisiden berdarah yang pecah saat warga sedang terlelap tidur di dini hari memicu dampak psikologis yang cukup berat. Suara amuk massa dan benturan keras di atap rumah membuat warga, khususnya anak-anak dan perempuan, mengalami trauma mendalam.
“Trauma atas kejadian karena memang kejadiannya di dini hari. Mungkin mereka sedang terlelap tidur, jadi tiba-tiba terjaga ada keributan, kan otomatis mental anak-anak ini terganggu,” ungkap Heri.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan kepolisian tidak hanya fokus pada perbaikan fisik rumah yang hancur, tetapi juga pemulihan kondisi mental warga terdampak.
“Informasi dari warga akibat kejadian tersebut kan ada rasa trauma, ketakutan, dan lain sebagainya. Sehingga dari Polres Sukoharjo menurunkan tim trauma healing,” tegas Anggaito, Selasa (8/9/2026).
Anggaito mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak saling tuduh. Ia memastikan jajaran Polres Sukoharjo akan mengusut tuntas dan menindak tegas oknum yang bertanggung jawab di balik aksi perusakan tersebut.
“Saya berharap mereka segera bisa beraktivitas kembali dan tidak menyalahkan satu sama lain. Tugas memproses hukum siapa yang bersalah itu merupakan tugas Polri, Polres Sukoharjo,” pungkasnya.












