Ubah Nama Jadi APKLI Merah Putih, dr Ali Mahsun Tancap Gas Konsolidasi!

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) resmi bertransformasi nama menjadi Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI Merah Putih) dalam Munas VI pada 25-27 Agustus 2026 di Asrama Haji Jakarta

ABNnews – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) resmi bertransformasi nama menjadi Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI Merah Putih).

Perubahan nama yang disepakati dalam Munas VI pada 25-27 Agustus 2026 di Asrama Haji Jakarta ini diiringi perluasan keanggotaan hingga ke sektor hulu, seperti petani, nelayan, hingga industri rumahan (home industry).

Perubahan besar ini berkonsekuensi pada gugurnya seluruh aspek legalitas dan administrasi organisasi lama. SK Kepengurusan DPW Provinsi, DPD Kabupaten/Kota, DPC Kecamatan, hingga Pimpinan Paguyuban di seluruh Indonesia kini dinyatakan tidak berlaku lagi.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum/Formatur Terpilih DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., menegaskan pihaknya langsung tancap gas melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh.

“Momentum is gold. Momentum itu emas dan tidak akan datang untuk kedua kalinya. Berdasarkan pengalaman selama 15 tahun terakhir memimpin organisasi serta demi memaksimalkan potensi ekonomi rakyat yang sangat besar, keberadaan SDM profesional, jejaring bisnis, modal, serta tokoh bangsa dalam kepengurusan adalah hal mendasar,” ujar dr. Ali Mahsun di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Dokter ahli kekebalan tubuh lulusan Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia ini menjelaskan, percepatan konsolidasi kelembagaan hingga tingkat akar rumput menjadi sebuah keniscayaan.

Selaku Ketua Umum Terpilih periode 2026-2031, dirinya akan segera menerbitkan SK Kepengurusan Caretaker untuk DPW Provinsi dan DPD Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“Kami juga segera menggelar rapat formatur untuk menetapkan Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 dan mendatarkannya secara resmi ke Kementerian Hukum RI,” imbuhnya.

Ali Mahsun yang juga menjabat sebagai Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) menegaskan bahwa amanah Munas VI 2026 menjadi titik tolak revolusi ekonomi rakyat, khususnya pada sektor sandang, pangan, dan papan. APKLI Merah Putih bergerak cepat dengan strategi berbasis waktu untuk menyambut puncak bonus demografi 2030.

Dalam peta jalan strukturnya, terdapat tiga fokus utama yang akan dieksekusi:

* Kawal Program Strategis Presiden: Menyukseskan 5 program unggulan Presiden Prabowo Subianto, meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, KNMP, Sekolah Rakyat, dan program 3 Juta Rumah Rakyat.


* Pembentukan Tim Khusus: Segera membentuk Tim Khusus Percepatan Pembentukan Badan Perekonomian UMKM RI, Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP), serta Yayasan Dana Sosial PKL UKM Indonesia.


* Pengembangan Big Data: Menyelesaikan integrasi Big Data PKL UKM Indonesia yang ditargetkan rampung pada semester I tahun 2028.

Adapun agenda pengukuhan dan pelantikan pengurus DPP APKLI Merah Putih periode 2026-2031 dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September-Oktober 2026.

Sementara itu, Rakernas I direncanakan bertetapan dengan Puncak Harlah ke-34 APKLI Merah Putih pada Januari 2027, disusul gelaran Rapimnas I pada Juni 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *