Polri Siapkan 260 Personel Perkuat Penanganan Dampak Gempa Flores

Nadzar Lendi

Foto : Antara foto

ABNnews – Sebanyak 260 personel dikerahkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat tahap penanganan dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, peristiwa gempa bumi yang meguncang wilayah Flores, NTT diketahui memiliki kekuatan hingga 7,7 Skala Ritcher (SR).

Kadiv Humas Polri mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 137 personel diberangkatkan menuju Flores dalam tahap awal pada Sabtu (15/8) malam.

“Terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel Disaster Victim Identification (DVI) dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel humas sembilan personel, personel Slog tiga personel, dan personel Propam 10 personel. Total sekitar 137 personel,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (16/8/2026), dilansir dari Antara.

Pengerahan kekuatan ini merupakan bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bencana, terutama dalam mendukung proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak ujar Johnny.

Dalam menangani bencana gempa di Flores dan wilayah NTT, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri, menurutnya.

“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus mengerahkan kekuatan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.

Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *