ABNnews – Rumah dinas milik negara yang dihuni seorang pejabat Kabid Kanwil Jambi yang disebut sebagai Kepala Lapas (Kalapas) di Waingapu digerebek oleh sejumlah petugas.
Penggerebekan ini dilancarkan usai muncul dugaan kuat fasilitas negara tersebut dijadikan tempat ‘kumpul kebo’.
Aksi penggerebekan yang viral di media sosial itu memperlihatkan detik-detik petugas mendatangi salah satu kamar di rumah dinas tersebut pada Jumat (31/7/2026). Setelah menunggu pintu kamar yang tak kunjung dibuka, seorang wanita muda akhirnya muncul dari balik pintu.
“Selamat pagi,” kata seorang petugas dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @times_goesby88.
Perempuan belia tersebut tampak panik dan langsung berusaha menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera. Petugas yang berada di lokasi mencoba menenangkan sembari mencecar status hubungannya dengan sang oknum pejabat.
“Tidak apa-apa. Jujur saja, nanti kita blur mukanya. Bukan istrinya xxxx bukan? Kalau ibu kooperatif kita bisa selesaikan secara kekeluargaan. Kalau tidak bersedia kita akan viralkan dan kita akan proses ini. Bukan istrinya xxxx kan? Sejak kapan di sini?,” tanya petugas.
“Bukan, baru (di sini). Baru aja, dua minggu. Tapi diblur ya tolong,” jawab perempuan itu berulang kali meminta identitasnya dirahasiakan.
Dalam proses interogasi singkat, perempuan tersebut mengaku mengetahui bahwa pejabat bersangkutan sudah memiliki istri sah. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya masih berstatus gadis dan berusia 19 tahun.
“Belum (menikah). Masih gadis. Umur 19 tahun. Ini tidak ada masalahkan?,” ucapnya polos.
Saat didesak mengenai ikatan darah maupun hubungan kekeluargaan, perempuan belia ini berdalih hanya memiliki hubungan dekat sebagai keluarga angkat.
“Kayak adek angkat gitu. Dia angkat aku sebagai adiknya,” kelitnya.
Pengakuan tersebut tak lantas diterima petugas. Salah seorang petugas menyemprot tindakan oknum pejabat bersangkutan yang dinilai mencoreng norma dan tidak mencerminkan perilaku seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kalapas ini menerapkan aturan-aturan. Tapi beliau sendiri tidak bisa memberikan contoh yang baik,” tegar seorang petugas di lokasi.
Petugas pun terus mempertanyakan kewajaran menginap di dalam satu kamar pribadi tanpa ada ikatan pernikahan yang sah.
“Kamu kan tidur di kamar tanpa hubungan. Tidak ada hubungan keluarga kan? Hanya menganggap adik-kakak kan? Tapi wajar tidak tidur dengan beliau? Jujur saja, tidur dengan Kalapas di sini? Ini kamar Kalapas,” cecar petugas lainnya.
Seusai melakukan interogasi, para petugas langsung menyisir area kamar dan rumah dinas tersebut. Seorang asisten rumah tangga (ART) pria di rumah itu juga membenarkan keberadaan sang perempuan muda yang telah menetap selama beberapa waktu di sana.












