Kawasan Kemendagri dan Medan Merdeka Barat Bakal Diserbu Massa Unjuk Rasa Hari Ini, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

Ratusan warga Jalan Kwini 8, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan pada Selasa (21/7/2026) untuk menolak penggusuran dan klaim tanah sepihak oleh Kodam Jaya(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

ABNnews – Kawasan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, diprediksi bakal diserbu massa unjuk rasa pada Selasa (28/7/2026).

Menyikapi hal tersebut, sebanyak 1.539 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi di dua titik tersebut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menerangkan, ribuan personel pengamanan merupakan gabungan dari jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek setempat.

“Sebanyak 1.539 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan secara penuh untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa, dibantu oleh tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya,” kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).

Erlyn menjelaskan, aksi unjuk rasa titik pertama akan terkonsentrasi di depan Kantor Kemendagri RI. Massa yang berasal dari Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Barat dijadwalkan memulai aksinya sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, titik aksi kedua berlokasi di wilayah Gambir, tepatnya di kawasan Medan Merdeka Barat. Massa dari Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu bersama elemen masyarakat menggelar demonstrasi menolak rencana relokasi oleh Kodam Jaya untuk pembangunan Rumah Susun (Rusun) Prajurit TNI AD. Aksi di lokasi kedua ini dijadwalkan mulai pukul 12.00 WIB.

Guna memastikan kesiapan pengamanan, apel gelar pasukan digelar secara bertahap di masing-masing lokasi pada pukul 08.00 WIB dan 11.00 WIB.

Selain pengamanan ketat, kepolisian siap melangsungkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan melihat perkembangan jumlah massa serta situasi di lapangan.

Pengguna jalan yang hendak bergerak melewati dua kawasan tersebut diminta waspada dan disarankan mengalihkan rute perjalanan demi menghindari kemacetan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutup Erlyn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *