Dunia  

Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain Sebagai Balasan Kepada AS

Nadzar Lendi

Foto : Antara foto

ABNnews – Menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin. Iran mengumumkan telah menyerang pusat data milik raksasa perdagangan AS, Amazon, di Bahrain.

Hal itu disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai aksi balasan karena AS telah menyerang aset penting dan vital bagi iran.

IRGC menyampaikan, rudal jelajah miliknya telah mengakibatkan kerusakan pada perusahaan milik AS di wilayah tersebut.

“Sebagai balasan atas serangan AS kemarin terhadap fasilitas yang sedang dibangun dan kawasan sipil di wilayah Darkhovin, IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah ke infrastruktur pusat data utama milik perusahaan AS Amazon di Bahrain, sehingga mengakibatkan kerusakan yang signifikan,” kata IRGC dalam pernyataan pers pada Selasa (21/7/2026), dilansir dari Antara.

Sebelumnya pada Minggu (19/7), media melaporkan bahwa militer AS menyerang lokasi pembangunan PLTN di Kota Darkhovin, Iran.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki laporan tersebut.

Menurut IAEA, mereka kurang meyakini serangan tersebut menimbulkan risiko radiologis.

Teheran dan Washington pada malam 18 Juni 2026 menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, militer AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026.

Militer Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.

Teheran juga menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata.

Lalu pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah tidak berlaku.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *