ABNnews – Tabir teka-teki kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, di parkiran Bandara Juanda perlahan mulai tersibak.
Sorotan kini tertuju pada ciri-ciri pria misterius berkacamata black-frame (bingkai hitam) yang diduga kuat berinisial E, yang sempat terekam kamera CCTV mengemudikan mobil dinas korban sebelum ditemukan tewas.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengaku telah berhasil mengantongi identitas asli pria misterius tersebut. Namun, ia memilih untuk merahasiakannya demi kelancaran proses penyelidikan aparat.
“Keluarga tidak tahu (identitas pria misterius), saya yang tahu. Tapi biar nanti polisi saja yang buka,” kata Risang, Minggu (28/6/2026).
Sosok pria ini menjadi kunci krusial dalam menguak kematian Ruly yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya pada Rabu (25/6/2026).
Rekaman CCTV bandara menangkap dengan jelas visual pria tersebut saat berada di balik kemudi.
Berikut ciri-ciri fisik pria misterius tersebut berdasarkan rekaman CCTV:
* Wajah & Aksesori: Menggunakan masker berwarna abu-abu dan berkacamata dengan bingkai warna hitam (black-frame) berlensa bening.
* Pakaian: Mengenakan kaus lengan pendek berwarna biru dengan motif garis vertikal/horizontal berwarna merah dan putih di bagian tengah kausnya.
* Gestur di Mobil: Berada di posisi setir dengan tangan kiri memegang kemudi sambil mengenakan jam tangan. Sementara tangan kanannya menjulur keluar kaca mobil yang terbuka sembari menoleh ke arah kamera CCTV.
Informasi yang dihimpun, pria tersebut diduga kuat berinisial E. Ia disebut-sebut merupakan warga dari luar Pulau Jawa, namun sehari-hari bekerja atau beraktivitas di wilayah Jawa Timur.
“Kalau informasi yang Anda terima seperti itu berarti sama dengan data yang saya dapat (inisial E). Tapi saya tidak kasih tahu Anda untuk inisial dia,” cetus Risang.
Risang meminta pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pria berinisial E tersebut demi mengungkap motif di balik tragedi ini.
Ia mengendus adanya indikasi kejahatan manipulasi emosional atau asmara.
“Motifnya ini apa? Ini lovescam atau apa. Kalau lovescam, itu orang dirayu dari jauh, dari jauh sampai dekat-dekat lewat handphone, lewat komunikasi. Komunikasi dipancing datang, hartanya diambil, itu lovescam. Itu bisa, bisa asmara. Tapi kalau asmara, dari hasil autopsi tidak ditemukan bekas-bekas persetubuhan atau sperma,” bebernya.
Kecurigaan keluarga makin diperkuat oleh jejak digital yang ditinggalkan korban. Sebelum ditemukan tewas, Ruly sempat mengunggah sebuah video di akun TikTok pribadinya yang berisi kompilasi foto bersama seorang pria. Pria di video itu diduga kuat merupakan sosok yang sama dengan pria misterius di CCTV bandara.
Pihak keluarga menegaskan tidak mengenal maupun mengetahui hubungan korban dengan pria tersebut. Risang menduga video yang diunggah pada 19 Juni pukul 19.00 WIB itu sengaja dibagikan Ruly sebagai pesan tersirat bagi keluarga.
“Seolah-olah korban ini ingin menunjukkan kalau ada apa-apa dengan saya, saya terakhir bersama orang ini. Fotonya sih siangnya, tapi unggahannya kan malam, pukul 19.00, tanggal 19 (Juni). Jadi kan seolah-olah gini, kalau ada apa-apa dengan saya, saya terakhir bersama orang ini,” pungkas Risang.












