ABNnews – Bentrokan mencekam pecah antara kelompok warga dengan karyawan perusahaan perkebunan PT Bridgestone di Dusun VII, Desa Tinokah, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara, Kamis (25/6).
Kericuhan berlangsung brutal hingga mengakibatkan sebanyak 28 unit kendaraan operasional hangus dibakar massa.
Berdasarkan rekaman video amatir warga yang beredar, situasi di tempat kejadian perkara (TKP) terlihat sangat kacau.
Massa yang tersulut emosi terlibat aksi saling serang dengan karyawan perusahaan di area perkebunan hingga situasi menjadi tidak terkendali.
Dampak dari tindakan anarkis tersebut, total ada 28 unit kendaraan yang dilaporkan hangus dilalap api setelah api membesar dengan cepat.
Rincian armada yang terbakar meliputi 27 unit sepeda motor dan satu unit truk jenis Fuso yang tengah terparkir di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun, bentrokan besar ini diduga kuat dipicu oleh sengketa konflik lahan menahun yang sudah mengakar lama.
Persoalan tanah ini dikabarkan telah bergulir sejak tahun 1998 silam, yakni di saat lahan Hak Guna Usaha (HGU) tersebut masih dipegang oleh pihak Goodyear.
Sengketa kembali memanas setelah terjadi peralihan kepemilikan ke PT Bridgestone. Ditambah lagi, masa berlaku HGU perusahaan itu disebut-sebut telah berakhir pada tahun 2023 lalu.
Persoalan status lahan itu kemudian kembali mencuat ke permukaan hingga memicu reaksi keras dari warga.
Kericuhan di lapangan bermula saat ratusan warga yang mengatasnamakan kelompok Kerajaan Nagur Bolak mendatangi lokasi perkebunan. Mereka berniat melakukan aksi penuntutan dan pengembalian fisik lahan yang mereka klaim seluas 7.000 hektare.
Namun, aksi pendudukan tersebut mendapat barikade menghadang dari pihak karyawan PT Bridgestone. Situasi di lokasi pun semakin panas ketika puluhan warga mulai murka.
Gesekan fisik akhirnya tak terhindarkan hingga berujung pada tindakan anarkis massa yang membakar puluhan motor dan sebuah truk fuso di lokasi.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah ada korban luka-luka akibat bentrokan fisik tersebut. Pihak kepolisian maupun petugas instansi terkait di lokasi kejadian belum bersedia memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap ataupun penanganan lanjutan terkait insiden ini.












