ABNnews – Proses eksekusi lahan di Blok 15 eks Hotel Sultan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, berakhir ricuh.
Buntut dari bentrokan fisik tersebut, sebanyak 119 orang diamankan pihak kepolisian ke Mapolda Metro Jaya dan dilaporkan ada 29 orang mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.
Ratusan orang yang diamankan petugas saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran mereka masing-masing dalam aksi pengadangan tersebut.
“Petugas mengamankan 119 orang ke Mapolda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Budi menjelaskan, langkah tegas mengamankan ratusan orang ini terpaksa diambil demi melindungi kawasan sekitar dari potensi eskalasi massa yang jauh lebih membahayakan.
“Sekaligus memetakan kelompok mana yang menduduki kawasan secara ilegal serta mengusut aktor intelektual yang mendanai mobilisasi massa tersebut,” tegas Budi.
Pihak kepolisian menyayangkan adanya aksi anarkis dari massa penolak eksekusi. Budi menyebut, tindakan menghalangi jalannya eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) bukan sekadar tindakan melawan hukum biasa.
“Juga mencederai prinsip res judicata pro veritate habetur, bahwa putusan pengadilan harus dianggap benar dan dihormati oleh setiap warga negara demi ketertiban sosial bersama,” ujarnya.
Jalannya eksekusi pengosongan lahan Hotel Sultan pada Kamis siang memang sempat memanas sejak awal. Massa yang menolak jalannya eksekusi mendadak bertindak anarkis dengan menghujani petugas gabungan menggunakan lemparan batu hingga botol air mineral.
Mendapat serangan mendadak, petugas di lapangan langsung merespons dengan mengambil tindakan tegas terukur. Unit armada water cannon dikerahkan ke titik bentrok untuk menyemprotkan air guna memecah konsentrasi massa yang kian beringas.
Saling lempar dan dorong ini mengakibatkan jatuhnya korban luka dari kedua belah pihak. Tercatat ada 29 orang mengalami cedera, mulai dari personel Polri, TNI, hingga masyarakat sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kendati sempat diwarnai aksi saling serang, Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian eksekusi Blok 15 eks Hotel Sultan pada akhirnya tetap berjalan secara tuntas dengan penuh akuntabilitas serta transparansi.
Aparat kepolisian kini mengimbau masyarakat luas, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Senayan, agar tetap tenang, berpikir jernih, dan tidak mudah tersulut oleh narasi-narasi sepihak di media sosial yang sengaja digulirkan untuk memicu perpecahan. Sengketa ini diminta sepenuhnya dipercayakan kepada koridor hukum dan lembaga peradilan yang sah.
“Jika warga melihat adanya pergerakan massa yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan GBK, dipersilakan untuk menghubungi petugas terdekat atau mengakses layanan cepat gratis Call Center resmi Polri 110,” pungkas Budi.












