ABNnews – Ditengah geo-ekonomi global dampak perang US-Israel vs Iran makin memberatkan Indonesia. Sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan harga minyak dan gas, asuransi dan sistem logistik yang akibatkan tekanan fiskal dan melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika.
Saat ini omzet PKL UMKM anjlok akibat daya beli masyarakat menurun. Pelaku usaha kecil mengharapkan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mencari solusi dari kesulitan yang mereka hadapi.
“Kita tahu Presiden Prabowo sangat berpihak ke PKL UMKM, namun hingga saat ini belum maksimal hadir dilapak usaha ekonomi rakyat kecil (kawulo alit),” kata Ketua Umum APKLI Perjuangan dan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed di Pasar Permai Lokbin 103 Koja Jakarta Utara, Rabu (17/6/2026).
Ali Mahsun mengemukakan hal tersebut saat acara peluncuran, “Kanal Keluh Kesah Harapan Tantangan PKL UMKM Indonesia, Kanal Kongkow dan Podcast Ekonomi Kawulo Alit Indonesia”.
“Langkah ini juga bagian dari upaya sukseskan Indonesia jemput puncak bonus demografi 2030 dan transformasi jadi negara maju 2045,” ujar tokoh yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia PKL UMKM ini.
Lebih lanjut dokter ahli kekebalan tubuh alumni FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta ini menuturkan, keperpihakan nyata Presiden Prabowo Subianto harus diwujudkan maksimal sehingga PKL UMKM di negeri ini mampu maju, berkembang dan unggul.
Juga mampu jadi pilar utama ekonomi nasional, serta sukseskan Indonesia jemput puncak bonus demografi 2030 dan transformasi jadi negara maju 2045. Namun hingga saat ini belum maksimal sampai ke lapak usaha ekonomi rakyat kecil.
“Kehadiran Kanal Keluh Kesah Harapan Tantangan PKL UMKM Indonesia ini menjadi solusi untuk mengurai “adanya sumbatan dilapangan” sehingga dapat terwujud secara maksimal. Yang pasti tidak ada maksud lain kecuali ingin maksimalkan keperpihakan nyata Presiden RI ke-8 ke pelaku ekonomi rakyat kecil (kawulo alit),” paparnya.
Melalui kesempatan ini, APKLI_P menegaskan kembali bahwa PKL UMKM Indonesia konsisten mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Karena keperpihakan beliau ke pelaku ekonomi rakyat kecil sangat besar dan nyata telah dirindukan sejak Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998.

Digitalisasi
Pada kesempatan yang sama, Wartawan Senior Ali Akbar Soleman Batubara, yang saat ini Pimpinan Redaksi ABNnews.id manyampaikan testomoni mengatakaan,
“Sejak Pak Ali pimpin asosiasi pedagang kaki lima (PKL), saya ikuti dan dampingi membela kepentingan pelaku ekonomi rakyat kecil, PKL UMKM. Segala daya dan upaya bahkan hingga jungkir balik dilakukan beliau bahkan kerap kali seakan berhadapan dengan pemerintah (penguasa).”
Lebih lanjut mantan Pemimpin Redaksi Harian Terbit ini mengemukakan, Secara dedikasi dan komitmen sosok dokter unik ini ke rakyat kecil dan PKL UMKM tidak perlu diragukan lagi. Selalu berada disamping dan dampingi mereka dalam kondisi bagaimanapun,” tutur Ali Akbar, putera asli Sumatera Utara.
Aktivis pergerakan mahasiswa era 80-an ini dalam kesempatan tersebut meminta kepada pemerintahan Prabowo dan pemerintah daerah untuk membantu dan mencari solusi agar PKL UMKM bisa berkembang. “Saat ini omzet mereka amblas karena persaingan dengan usaha dengan modal besar. Juga karena digitalisasi yang mematikan usaha mereka,” paparnya.
Ali Akbar mengatakan, saatnya pemerintah memberikan bantuan permodalan, kemudahan dan kepastian usaha, tidak selalu digusur karena penataan kota. Selain itu digitalisasi bagi PKL UMKM harus terus didorong,” ujarnya.
Pada acara itu, disamping dihadiri jajaran DPP APKLI-P, Ketua DPW DKI Hadi Setiono dan jajaran, Ketua DPW Jawa Barat Megawati, Ketua DPD FWJI DKI Jakarta Rosid, juga dihadiri jajaran Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Acara diakhiri dengan doa dan tumpengan.












