Aksi Serba Putih di Patung Kuda, 10 Ribu Massa Minta Program MBG Prabowo Terus Berlanjut

Massa demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat mendukung program MBG dilanjutkan. (Adhfar AS/detikcom)

ABNnews – Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, dipadati oleh ribuan orang yang menggelar aksi unjuk rasa.

Kelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jakarta Timur ini kompak mengenakan baju serba-putih, mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap terus berlanjut.

Dikutip detikcom, Rabu (17/6/2026), massa aksi mulai menyemut dan berkumpul di titik aksi sejak pukul 11.30 WIB. Dengan atribut lengkap, mereka menyuarakan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program nasional tersebut.

“Kami Aliansi Masyarakat Jakarta Timur berkekuatan 10 ribu datang kemari untuk mendukung program Bapak Prabowo Subianto agar MBG dilanjutkan. Dan siapa pun, siapa pun dia yang menentang, kami ada di belakang Bapak Prabowo Subianto,” tegas Koordinator Aksi, Edi Marzuki, saat ditemui di lokasi.

Edi mengungkapkan bahwa program MBG sejauh ini telah memberikan dampak nyata di lapisan bawah, salah satunya dengan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru. Keberadaan program ini dinilai sangat membantu perekonomian keluarga, mulai dari anak sekolah hingga lansia.

“MBG menciptakan banyak lapangan kerja, malah jutaan lapangan kerja. Ada salah apa dengan MBG? Dengan adanya MBG, kami ibu-ibu yang tidak potensial lagi untuk masuk ke PT, tidak lagi diterima untuk di resto, dengan datangnya MBG kami merasakan kenikmatan. Kami sejahtera, kami bisa beli masak. Kami bisa memberikan jajan kepada anak-anak kami,” papar Edi.

Dampak ekonomi dari program ini bahkan diklaim mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka yang sempat putus sekolah.

“Kami yang hari ini, 3 tahun yang lalu tidak sekolah karena tidak mampu orang tua kami, pada hari ini MBG datang kami lamar, diterima, kami sejahtera. Adik-adik kami bisa sekolah dengan kami kerja di MBG. Pada hari ini, lansia yang jarang dipikirkan oleh orang lain, tapi dengan MBG, lansia akan dikasih makan. Ibu hamil perlu makan yang bergizi, di sini MBG ada empatinya,” sambung dia.

Meski memberikan dukungan total, kelompok massa ini menyadari adanya celah penyelewengan anggaran. Oleh karena itu, mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas memburu dan memenjarakan para koruptor yang menggerogoti program MBG.

“Itu kami datang dengan slogan-slogan yang ada di belakang, memang harus ditangkap koruptor. Karena dengan koruptor itu, masyarakat Indonesia jadi resah, jadi susah dengan koruptor. Maka hari ini kami datang menyuarakan, mendukung pemerintah khususnya Bapak Prabowo Subianto untuk menangkap dan memenjarakan koruptor,” seru Edi.

Alih-alih menghentikan program MBG karena adanya kasus korupsi, Edi meminta pemerintah lebih fokus pada perbaikan manajemen dan sistem pengawasan di lapangan.

“Tata kelola kita minta yang lebih baik, karena yang sempurna hanya milik Allah. Iya, sedikit, hanya segelintir (yang menyelewengkan). Yuk, sama-sama kita minta kepada Bapak untuk kemudian bagaimana caranya supaya ini lebih baik lagi MBG-nya, bukan ditutup,” ketusnya.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Aliansi Masyarakat Jakarta Timur secara resmi mengeluarkan tiga poin pernyataan sikap:
1. Kami mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo untuk terus melanjutkan program MBG yang berguna untuk anak-anak sekolah, ibu hamil serta lansia.

2. Kami mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo untuk menangkap dan memenjarakan para koruptor.

3. Dan kami dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur, siap mengawal program-program utama Bapak Presiden Prabowo, seperti mengawal program makan bergizi gratis.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *