banner 728x250

Jakarta Pusat Dikepung Demo di 5 Titik Hari Ini, Ini Lokasi yang Berpotensi Macet

Ilustrasi. Massa mahasiswa hendak demo di Bundaran HI. (Rizky/detikcom)

ABNnews – Wilayah Jakarta Pusat bakal dikepung oleh aksi demonstrasi di lima titik strategis hari ini, Rabu (17/6/2026).

Pihak kepolisian pun memetakan sejumlah lokasi unjuk rasa tersebut yang dinilai berpotensi kuat memicu kemacetan lalu lintas.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengungkapkan bahwa gelombang unjuk rasa sudah mulai bergulir sejak pagi hari.

Titik macet pertama diprediksi terjadi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan (selatan Monas) yang disasar oleh Aliansi Masyarakat Jakarta Timur mulai pukul 10.00 WIB.

“Untuk unjuk rasa kedua, dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Peduli Indonesia di Gedung DPR/MPR RI pukul 10.00 WIB,” ujar Erlyn kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Titik kemacetan ketiga yang patut diwaspadai oleh para pengendara berada di kawasan jantung ibu kota, yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI). Di lokasi ikonik ini, massa dari AUR Barisan Merdeka Jakarta dijadwalkan menggelar orasinya pada waktu yang bersamaan, yakni pukul 10.00 WIB.

Berselang satu jam kemudian atau pukul 11.00 WIB, giliran kelompok Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.

Pergerakan massa tidak berhenti sampai di situ. Titik potensi macet kelima diprediksi bergeser ke arah Sawah Besar pada siang hari, tepatnya pukul 13.00 WIB.

Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jakarta Selatan direncanakan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Lapangan Banteng Timur.

Guna mengawal agar seluruh rangkaian aksi demonstrasi di lima titik tersebut berjalan aman dan tertib, aparat kepolisian menerjunkan ribuan personel pengamanan ke lapangan.

“Untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa, sebanyak 4.576 personel gabungan dikerahkan. Mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, jajaran Polsek dan pihak terkait lainnya,” kata Erlyn menjelaskan.

Mengenai pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi yang mengepung Jakarta Pusat tersebut, Erlyn menyebut kebijakan rekayasa lalu lintas (lalin) belum diterapkan secara permanen. Polisi akan melihat perkembangan situasi dan jumlah massa yang memadati jalanan.

“Sementara itu, rekayasa lalu lintas di titik demonstrasi akan dilakukan situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa di lapangan,” ucapnya.

Kendati demikian, demi kenyamanan berkendara dan menghindari jebakan macet, masyarakat yang hendak melintas di sekitar lokasi-lokasi tersebut diminta untuk mengalihkan rutenya.

“Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif lainnya agar terhindar dari kemacetan,” pungkas Erlyn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *