banner 728x250

Ciptakan UMKM Hijau Mandiri, Langkah Nyata PLN EPI Jaga Ekosistem Lewat Budidaya Lebah

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Bersama anak usahanya PT PLN Energi Gas mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan dan pendampingan budidaya madu kelulut (stingless bee) di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

ABNnews – Komitmen kuat dalam menciptakan UMKM hijau yang mandiri sekaligus menjaga kelestarian ekosistem ditunjukkan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

Gandeng anak usahanya, PT PLN Energi Gas, PLN EPI mengambil langkah nyata lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan dan pendampingan budidaya madu kelulut (stingless bee) bagi warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Program berkelanjutan ini dibentuk dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam budidaya lebah tanpa sengat.

Tak hanya memanen madu, warga didorong untuk menciptakan produk turunan bernilai tambah tinggi seperti propolis, demi memperkuat geliat usaha mikro yang ramah lingkungan di daerah tersebut.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang mandiri melalui penguatan usaha produktif berbasis lingkungan.

“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan,” ujar Mamit, Selasa (16/6/2026).

Menurut Mamit, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis yang luar biasa. Selain mampu mendongkrak roda perekonomian warga, aktivitas ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keseimbangan alam. Lebah kelulut memegang peran penting sebagai agen penyerbuk alami yang mendukung keanekaragaman hayati di sekitarnya.

Dalam menginisiasi program ekonomi hijau ini, PLN EPI memberikan pelatihan intensif mengenai budidaya lebah dan pengolahan propolis kepada 10 peserta dari kelompok masyarakat setempat.

Perusahaan juga menyalurkan stimulus produktif berupa 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta paket peralatan panen penunjang.

Lewat program pendampingan ini, PLN EPI mematok target kenaikan produksi madu sedikitnya 30 persen dalam satu tahun, pertumbuhan jumlah koloni lebah sebesar 20 persen, serta lonjakan pendapatan kelompok usaha hingga 30 persen dalam dua tahun melalui komersialisasi produk madu dan propolis.

Inisiatif hijau dari PLN Group ini disambut positif oleh Camat Tenggarong Seberang, H. Sukono. Dirinya berharap besar Desa Tanjung Batu dapat segera berkembang menjadi salah satu sentra produksi madu kelulut utama di wilayahnya.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Desa Tanjung Batu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penghasil madu kelulut di Kecamatan Tenggarong Seberang,” kata Sukono.

Namun, ia mengingatkan bahwa kunci sukses program ini ada pada keseriusan para peserta untuk mempraktikkan ilmu yang didapat.

“Kalau ilmu yang didapat hari ini tidak diterapkan, manfaatnya tidak akan terasa. Karena itu peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Santi Effendi, melihat bisnis madu kelulut ini memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan dan bernilai jual tinggi di pasaran.

“Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” urai Santi.

Santi menggarisbawahi bahwa untuk menciptakan UMKM yang tangguh, aspek budidaya harus didukung oleh manajemen usaha yang sehat, legalitas, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi apik antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat menjadi harga mati agar usaha ini tumbuh kokoh.

Program pemberdayaan budidaya madu kelulut ini merupakan bagian dari implementasi nyata prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan oleh PLN EPI.

Langkah ini juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

Melalui pengembangan budidaya madu kelulut ini, PLN EPI tidak sekadar melahirkan UMKM yang mandiri dan berdaya saing, melainkan sukses membangun sebuah model ekonomi hijau yang mampu menghadirkan kebaikan ekonomi, sosial, dan kelestarian alam secara selaras bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *