banner 728x250

Awas Penyusup! Polda Metro Identifikasi Kelompok yang Mau Tunggangi Demo Mahasiswa

Demo mahasiswa. (Foto: Sindo)

ABNnews – Polda Metro Jaya bergerak cepat mengantisipasi potensi kericuhan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Polisi mengendus dan berhasil mengidentifikasi adanya pergerakan sejumlah kelompok tertentu yang diduga kuat bakal menyusup sekaligus menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Penyusupan kelompok liar ini dinilai sangat rawan dan berpotensi besar mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di ibu kota.

Merespons ancaman tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) telah diterjunkan secara senyap di sejumlah titik strategis. Mereka bertugas khusus untuk memantau ketat setiap pergerakan kelompok pengacau yang telah masuk radar identifikasi petugas.

Budi memberikan warning keras bahwa pihak kepolisian tidak akan segan-segan melakukan pengawasan berlapis dan menyeret siapa saja yang kedapatan membawa barang berbahaya atau berniat memicu kerusuhan di tengah massa aksi.

“Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung dan mendompleng aksi untuk membuat kegiatan lain yang dapat mengganggu Kamtibmas,” ujar Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Lebih lanjut, Budi mengimbau kepada seluruh elemen mahasiswa yang turun ke jalan agar tetap merapatkan barisan dan tidak mudah terpancing oleh provokasi murahan dari pihak luar. Ia mewanti-wanti adanya penumpang gelap yang ingin memanfaatkan demonstrasi mahasiswa demi kepentingan kelompok tertentu.

“Apabila ditemukan membawa barang-barang yang tujuannya membuat gangguan Kamtibmas, kami akan melakukan tindakan tegas,” seru Budi dengan nada tinggi.

Meski tensi di lapangan sedikit meningkat, Budi memastikan roda aktivitas masyarakat di Jakarta secara umum tetap berjalan normal seperti biasa. Adapun terkait rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demo, penerapannya akan dilakukan secara situasional dan sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan.

Untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa kali ini, Polda Metro Jaya tidak main-main dengan mengerahkan sebanyak 6.088 personel gabungan TNI-Polri.

Ribuan pasukan bertameng tersebut langsung diplot ke sejumlah titik vital, mulai dari kawasan Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, hingga kawasan Cikini Raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *