ABNnews – Langkah strategis diambil PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) demi mendongkrak denyut ekonomi di wilayah Maluku dan sekitarnya. Mulai 1 Juni 2026, ASDP resmi membuka layanan operasional penyeberangan 24 jam penuh di lintasan vital Hunimua–Waipirit setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (weekend).
Kebijakan ini menjadi jawaban nyata atas tingginya dinamika mobilitas masyarakat, tuntutan distribusi logistik yang cepat, serta penguatan konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur. Dengan layanan non-stop selama akhir pekan, masyarakat kini bisa bepergian secara fleksibel dan jalur pasokan barang dijamin semakin lancar.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan layanan di lintasan Hunimua–Waipirit merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan konektivitas yang responsif.
“Penerapan operasional 24 jam setiap akhir pekan merupakan upaya ASDP untuk memastikan akses transportasi yang semakin lancar dan mudah dijangkau masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dan optimalisasi layanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Heru dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (7/6/2026).
Sebelum dipatenkan sebagai menu wajib setiap akhir pekan, layanan 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit sebenarnya telah sukses diuji coba pada sejumlah periode sibuk (peak season). Mulai dari Angkutan Lebaran 2026, Hari Paskah, hingga libur Idul Adha.
Hasilnya terbukti ampuh. Strategi operasional tanpa henti tersebut dinilai sukses mengurai antrean panjang kendaraan maupun penumpukan penumpang di area pelabuhan, sehingga arus penyeberangan tetap mengalir lancar terkendali.
Demi menjamin keandalan jadwal pelayaran non-stop ini, ASDP tidak main-main dengan menyiagakan enam armada kapal sekaligus.
Empat di antaranya merupakan armada andalan milik ASDP, yaitu KMP Erana, KMP Inelika, KMP Rokatenda, dan KMP Terubuk. Kesiapan kompartemen armada ini diharapkan bisa mengawal distribusi logistik secara optimal.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Hunimua, Syamsuddin Tanassy, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas layanan ini juga diimbangi oleh sistem digitalisasi yang modern.
Penerapan tiket online lewat aplikasi Ferizy diklaim membuat pergerakan arus penumpang dan kendaraan menjadi jauh lebih tertata dan efisien.
“Melalui Ferizy, pengguna jasa dapat melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan sehingga perjalanan menjadi lebih terencana dan antrean dapat diminimalkan. Kami mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui trip.ferizy.com serta memastikan data penumpang dan kendaraan diisi lengkap dan benar,” tutur Syamsuddin.
Langkah memperpanjang jam operasional ini dinilai sangat beralasan. Berdasarkan data performa sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Hunimua–Waipirit tercatat telah melayani 163.444 penumpang dan 136.398 kendaraan.
Tingginya angka jinjingan muatan tersebut kian mempertegas status strategis lintasan ini sebagai salah satu urat nadi utama penghubung aktivitas masyarakat dan urusan logistik di wilayah Indonesia Timur.











