banner 728x250

Curiga Hidung Korban Berdarah Sebelum Dikubur, Tante Bongkar Dugaan Penganiayaan Keji oleh Ibu Kandung

Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

ABNnews – Kecurigaan mendalam menyelimuti kematian seorang balita perempuan berusia 3 tahun berinisial NS di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pihak keluarga, terutama sang tante, menaruh kecurigaan besar setelah melihat langsung kondisi jasad korban yang hidungnya terus mengeluarkan darah segar serta dipenuhi luka sebelum dikuburkan, hingga akhirnya nekat membongkar dugaan penganiayaan keji yang diduga dilakukan oleh ibu kandung korban sendiri, S.

Kasus tragis yang tengah menjadi sorotan luas di tengah masyarakat ini sekarang sedang ditangani secara intensif oleh jajaran Polsek Liang Anggang.

Tabir gelap ini mulai terangkat setelah tante korban yang bernama Nur Hikmah mendatangi kantor polisi untuk melaporkan adanya rentetan kejanggalan dalam kematian keponakannya tersebut pada Kamis (4/6/2026).

Laporan resmi dari pihak keluarga itu diterima aparat penegak hukum berselang satu hari setelah jasad korban sudah terlanjur dimakamkan oleh sang ibu.

Guna membuktikan secara ilmiah dan menguak penyebab pasti dari kematian korban, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pembongkaran makam atau proses ekshumasi pada Sabtu (6/6/2026).

“Kami juga telah mengamankan yang bersangkutan (ibu korban),” tegas Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, memberikan keterangan kepada wartawan usai mendampingi proses ekshumasi di area pemakaman, Sabtu.

Nur Hikmah, tante korban sekaligus pelapor dalam kasus memilukan ini, membeberkan sejumlah kejanggalan kasatmata yang sangat membekas di benak pihak keluarga saat melihat kondisi jasad korban untuk terakhir kalinya sebelum dimasukkan ke liang lahat.

Menurut Nur, tubuh mungil balita malang tersebut dipenuhi oleh jejak-jejak kekerasan yang sangat ekstrem.

Luka-luka yang terlihat jelas tersebut mulai dari bekas luka bakar yang tersebar di beberapa titik, hingga bagian hidung korban yang terus mengucurkan darah segar.

“Banyak ditemukan luka bakar, lebam, dan luka-luka di seluruh tubuh. Di bagian kepala ada luka, pelipis mata terkoyak, dan hidung mengeluarkan darah,” ungkap Nur dengan nada bergetar menahan tangis di hadapan wartawan, Sabtu.

Melihat kondisi fisik NS yang begitu memprihatinkan, Nur akhirnya memantapkan tekad untuk menyeret S ke jalur hukum karena meyakini bahwa keponakannya itu tewas akibat penyiksaan.

“Saya yakin kematian ini janggal dan disengaja,” kata Nur menegaskan.

Lebih lanjut Nur mengungkapkan, S dan mantan suaminya yang merupakan ayah kandung korban sebenarnya sudah lama bercerai. Setelah sepasang orang tua itu resmi berpisah, hak asuh NS otomatis jatuh ke tangan ibunya, hingga akhirnya S memutuskan untuk menikah lagi dengan pria lain.

Semenjak pernikahan kedua ibunya itulah, Nur mengaku pihak keluarga besar sudah putus kontak dan tidak mengetahui lagi bagaimana pola pengasuhan maupun kondisi keseharian korban dari hari ke hari, sampai akhirnya kabar duka mengenai kematian korban diterima secara mendadak.

“Saya lama tidak mengetahui kondisi ponakan saya ini. Tiba-tiba tahu sudah meninggal, itupun saya tahu dari tetangga kalau ponakanku meninggal,” keluh Nur kesal.

Kematian NS yang begitu cepat dan tragis sangat disesalkan oleh pihak keluarga. Kini, Nur menyerahkan sepenuhnya seluruh proses hukum dan penyelesaian kasus dugaan penganiayaan ini ke tangan pihak kepolisian agar sang keponakan bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya di mata hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *