banner 728x250

Borong 7 Sertifikat ISO Sekaligus, PELNI Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Operasional!

Foto dok PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero)

ABNnews – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sukses memborong tujuh sertifikat ISO terintegrasi dari PT TÜV NORD Indonesia sekaligus.

Capaian gemilang ini diraih sebagai langkah nyata perusahaan pelayaran pelat merah tersebut dalam memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta mendongkrak kualitas operasional di kancah maritim nasional.

Seremoni penyerahan penghargaan prestisius tersebut dilangsungkan di Kantor Pusat PELNI, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026) kemarin.

Sertifikat ISO diserahkan secara langsung oleh Direktur PT TÜV NORD Indonesia, Gde Bayu Wicaksana, kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, dengan didampingi oleh Ketua Tim Counterpart Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi PELNI, Fathurrahman Ramadhani.

Tidak main-main, tujuh sertifikasi yang berhasil diamankan PELNI mencakup berbagai lini krusial perusahaan. Mulai dari ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen K3), hingga komitmen bersih-bersih lewat ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan).

Selain itu, PELNI juga menyabet ISO 37301:2021 (Sistem Manajemen Kepatuhan), ISO 55001:2024 (Sistem Manajemen Aset), dan pertahanan siber melalui ISO 27001:2022 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan memborong tujuh sertifikat ini menjadi tonggak sejarah baru bagi PELNI dalam memastikan seluruh operasionalnya tunduk pada standar internasional.

“Ini adalah cerminan dari budaya kerja yang terstandar, tata kelola yang akuntabel, kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan, serta komitmen terhadap integritas dan kepatuhan hukum yang telah mengakar di seluruh organisasi PELNI,” ujar Anik dalam sambutannya, Jumat (5/6/2026).

“Dengan diraihnya sertifikasi ini, PELNI juga menegaskan posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang tidak hanya unggul dalam konektivitas maritim, tetapi juga dalam kualitas pengelolaan perusahaan,” sambung Anik optimistis.

Anik membeberkan, raihan ini tidak didapatkan secara instan. Proses panjang implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi ini nyatanya sudah mulai digulirkan sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Di mana seluruh unit kerja dipaksa melewati berbagai tahapan ketat, mulai dari persiapan awal, pelatihan intensif, implementasi di lapangan, hingga audit eksternal yang melelahkan.

“Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi seluruh insan PELNI untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar dan melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam setiap aspek operasional perusahaan,” tambah Anik.

Langkah standardisasi global ini menjadi modal kuat bagi PELNI untuk mengarungi persaingan bisnis ke depan. Melalui sistem manajemen risiko yang efektif serta kepatuhan hukum yang tinggi,

PELNI meyakini layanan transportasi laut dan logistik maritim yang disuguhkan kepada masyarakat akan semakin aman, andal, dan berdaya saing tinggi demi menopang konektivitas Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *