banner 728x250

Fase Armuzna Tuntas, Wamenhaj Sebut Tenda Jemaah RI di Mina Sudah Kosong

Foto: haji.go.id

ABNnews – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan kabar terbaru mengenai pergerakan jemaah haji asal Indonesia.

Dahnil memastikan bahwa fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kini telah resmi tuntas seluruhnya, ditandai dengan kosongnya tenda-tenda maktab milik jemaah Indonesia di Mina.

Seluruh jemaah haji Indonesia, khususnya yang mengambil pilihan Nafar Tsani, tercatat telah meninggalkan area Mina untuk kembali bergeser menuju hotel masing-masing di kota suci Makkah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wamenhaj saat memantau langsung proses akhir dari pergerakan jemaah haji Indonesia di Mina pada Sabtu (30/5/2026), yang bertepatan dengan tanggal 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas,” kata Dahnil Anzar.

Dahnil menerangkan, per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah haji reguler maupun khusus asal Indonesia dipastikan sudah angkat kaki dari Mina. Kondisi seluruh tenda jemaah Indonesia di Mina saat ini pun terpantau sudah kosong melompong tanpa ada satu pun jemaah yang tertinggal.

“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” paparnya.

Mantan juru bicara Menhan ini menilai, secara garis besar fase Armuzna tahun ini berhasil dilalui dengan sangat baik oleh para jemaah. Ia mengklaim terdapat sejumlah terobosan, kemajuan layanan, serta perombakan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji musim ini.

“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” imbuhnya.

Kendati mengklaim banyak kemajuan, Dahnil tidak menampik masih adanya sejumlah catatan merah di lapangan yang wajib menjadi bahan evaluasi serius Kementerian Haji dan Umrah. Beberapa sorotan utama tertuju pada kualitas pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta manajemen mabit di Muzdalifah melalui skema murur (melintas).

“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” aku Dahnil secara terbuka.

Atas nama instansi, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah haji Indonesia jika sepanjang fase puncak Armuzna kemarin masih jamak ditemui kekurangan, kelemahan, maupun layanan yang belum memuaskan.

“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” ucapnya jantan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi kedisiplinan jemaah yang patuh pada regulasi selama di Mina, sekaligus berterima kasih atas keringat para petugas yang berjibaku di baris depan pelayanan.

Dahnil menambahkan, usai gong Armuzna berakhir, operasional haji akan langsung beralih fokus pada fase krusial berikutnya, yakni pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pada fase ini, ia mewanti-wanti seluruh petugas untuk tidak mengendurkan stamina dan tetap bersikap humanis di hotel-hotel jemaah.

“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” pintanya tegas.

Terakhir, ia menitipkan pesan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta para jemaah untuk menjaga ritme aktivitas fisik selama menunggu jadwal terbang ke Indonesia demi menjaga imunitas tubuh.

“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan (di luar hotel), agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkas Dahnil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *