ABNnews – Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan isu miring mengenai dugaan aktivitas jaringan pedofilia yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Merespons kehebohan tersebut, Polda Metro Jaya langsung turun tangan melakukan penyelidikan mendalam.
Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian mengaku belum menemukan adanya informasi valid terkait kasus yang meresahkan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa hasil penyelidikan sementara belum bisa memastikan di mana lokasi tepatnya serta siapa yang menjadi korban dari jaringan tersebut.
“Sejauh ini masih belum ditemukan informasi valid tentang peristiwa terjadi di mana, kapan, dan siapa korbannya,” tegas Budi Hermanto kepada wartawan, dikutip Jumat (22/5/2026).
Demi mengusut tuntas rumor ini, polisi bahkan sampai menelusuri kembali jejak seorang WN Jepang yang sempat diamankan di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, pada tahun 2025 silam atas dugaan serupa. Namun setelah didalami, pria asing tersebut dipastikan bersih dari tuduhan pedofilia dan telah dilepaskan.
Budi membeberkan, hubungan yang dijalin WN Jepang tersebut adalah dengan seorang wanita dewasa asal Indonesia atas dasar suka sama suka, tanpa ada unsur paksaan, kekerasan, maupun eksploitasi seksual anak di bawah umur.
“Di mana warga negara Jepang dengan salah satu warga negara Indonesia dan bukan berstatus anak, sudah dewasa. Mereka memiliki hubungan komunikasi dan itu sering berjumpa, sehingga dalam proses pendalaman belum ditemukan adanya suatu tindak pidana prostitusi,” jelas Budi.
Keresahan ini sendiri pertama kali mencuat setelah akun X (Twitter) @hunter_tnok mengunggah sejumlah tangkapan layar dalam bahasa Jepang yang diduga berisi aktivitas komunitas predator anak di kawasan Jakarta Selatan.
Unggahan mengerikan itu langsung disambar oleh akun X @Enov_Jkt yang mengutuk keras aksi tersebut hingga cuitannya viral dan ditonton lebih dari tiga juta kali oleh netizen yang geram.
”Gila sih! pelakunya bangga lagi mendokumentasikan aksinya. Tolong @ImigrasiJakarta @Ditjen_Imigrasi cek izin tinggal WNA yang bersangkutan. Jangan kasih ampun buat predator seperti ini,” tulis akun @Enov_Jkt dalam cuitannya.
Mengantisipasi isu yang kian liar, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat luas untuk segera melapor ke nomor darurat 110 jika memiliki bukti atau informasi konkret di lapangan.
Polisi menegaskan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selalu menjadi prioritas utama.
“Polda Metro Jaya sangat konsentrasi terhadap perempuan dan anak. Pasti ini menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya untuk mendalami. Apabila ada menemukan informasi yang valid, yang bisa menjadi barang bukti, menjadi dasar laporan penyelidik untuk menindaklanjuti, segera hubungi layanan 110 Kepolisian,” pungkas Budi.













