banner 728x250

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, ASDP Teguhkan Peran Penghubung Konektivitas Nasional

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – Di negara kepulauan seperti Indonesia, konektivitas bukan sekadar urusan perjalanan antarpulau. Ini adalah urat nadi yang menjaga kehidupan tetap berdenyut mulai dari distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi yang lebih luas.

Memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya sebagai jembatan utama pemersatu bangsa dan penggerak ekonomi dari pulau ke pulau.

Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, ASDP memaknai Harkitnas sebagai pengingat pentingnya elemen bangsa untuk tetap terhubung dan tumbuh merata.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peran ASDP saat ini sudah bergeser jauh dari sekadar operator transportasi penyeberangan biasa.

Lebih dari itu, perusahaan pelat merah ini hadir sebagai lokomotif mobilitas nasional demi masa depan masyarakat yang lebih baik.

“Kami tidak hanya menghubungkan pelabuhan dengan pelabuhan, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan harapan, kesempatan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika konektivitas terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan masyarakat dapat bepergian dengan aman, maka di situlah ASDP turut menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Langkah taktis ASDP ini diakui sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Visi tersebut menempatkan pembangunan SDM, pemerataan ekonomi, pendidikan, serta ketahanan nasional sebagai fondasi utama menuju Indonesia Maju.

Hingga saat ini, ASDP tercatat mengoperasikan armada raksasa sebanyak 222 kapal yang melayani 320 lintasan penyeberangan di seluruh penjuru Indonesia.

Operasional masif ini dikendalikan lewat 27 kantor cabang dan 37 pelabuhan strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Seiring transformasi bisnis yang terus digenjot, rapor keuangan perusahaan pun biru merona. Hingga akhir tahun 2025, ASDP sukses membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 4,96 triliun dengan perolehan laba konsolidasi mencapai Rp 285,4 miliar.

Di sisi lain, digitalisasi layanan publik menjadi kunci sukses ASDP dalam memodernisasi pelabuhan. Platform pembelian tiket daring berbasis aplikasi, Ferizy, kini sudah sukses diterapkan di 62 pelabuhan di Indonesia, yang terdiri atas 36 pelabuhan milik ASDP dan 26 pelabuhan non-ASDP.

Hasilnya instan. Kehadiran Ferizy terbukti ampuh memangkas antrean, meningkatkan efisiensi operasional, mengatur trafik kendaraan secara akurat, serta menciptakan sistem perjalanan yang lebih tertib, adaptif, dan berbasis data.

Kepercayaan publik terhadap platform ini pun melesat tajam. Hingga data per 19 Mei 2026, jumlah pengguna Ferizy dilaporkan menembus angka fantastis yakni 4,2 juta user. Angka ini merefleksikan pergeseran kultur masyarakat yang kini melek digital dalam melakukan penyeberangan laut.

Komitmen ini diperkuat lewat budaya kerja internal bertajuk “3 Jaga” Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan serta implementasi Ferizyan Habits yang menjunjung tinggi nilai Zero Fraud, Financial Effectiveness, serta Safety & Service Excellence.

“Melalui pelayanan yang berintegritas, transformasi berkelanjutan, dan semangat melayani sepenuh hati, ASDP akan terus bergerak bersama masyarakat untuk menjaga konektivitas, memperkuat persatuan, dan merawat masa depan Indonesia,” pungkas Heru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *