ABNnews – Kelangkaan minyak goreng rakyat merek Minyakita masih menjadi momok menakutkan di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, tepat seminggu menjelang Hari Raya Iduladha.
Para pedagang mengaku pasokan minyak subsidi tersebut sudah lama kosong melompong, di sisi lain harga sejumlah bahan pangan lain justru ikut merangkak naik gila-gilaan.
Kondisi kelangkaan Minyakita ini dikeluhkan karena memaksa pembeli beralih ke minyak goreng kemasan bermerek lain yang harganya tidak jauh berbeda.
Pasalnya di lapangan, harga Minyakita dinilai sudah tidak masuk akal lantaran menyentuh Rp 23 ribu per liter jika barangnya tersedia.
Pantauan di Pasar Cidodol, Jakarta Selatan, menunjukkan mayoritas pedagang sudah angkat tangan dan tidak lagi memajang Minyakita di etalase mereka karena pasokan dari distributor yang tak kunjung datang.
Salah satu pedagang di Pasar Cidodol, Siti (bukan nama sebenarnya), mengamini bahwa minyak goreng program pemerintah itu sudah lama hilang dari lapaknya.
“Udah lama enggak kelihatan barangnya,” cetus Siti dikutip cnnindonesia, Selasa (19/5/2026).
Setali tiga uang, kondisi serupa juga menjangkiti Pasar Kebayoran Lama. Pedagang menyebut Minyakita sudah menjadi barang langka di tingkat pengecer.
Kalaupun ada segelintir pedagang yang punya stok, harga jualnya sudah telanjur melambung tinggi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Minyakita udah lama enggak ada. Harganya sampai Rp 23 ribu per liter, udah naik banget. Mending beli yang bermerek aja sekalian, harganya udah sama,” ketus seorang pedagang di Kebayoran Lama.
Bak jatuh tertimpa tangga, beban dompet emak-emak dipastikan makin kempes menjelang momentum Lebaran Haji.
Di Pasar Cidodol, harga bawang merah dilaporkan melonjak menjadi Rp 70 ribu per kilogram (kg) dari yang sebelumnya bertengger di kisaran Rp 60 ribu per kg. Kenaikan drastis ini terjadi hanya dalam sesepekan terakhir.
Gebrakan kenaikan harga paling mentereng terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini tembus dijual seharga Rp 100 ribu per kg, naik tipis dari harga sebelumnya Rp 90 ribu per kg. Sementara itu, untuk cabai merah tercatat masih anteng di kisaran Rp 60 ribu per kg.
Untuk urusan bumbu dapur lainnya, bawang putih masih bertahan di level Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kg, disusul bawang bombai yang relatif stabil di kisaran Rp 40 ribu per kg.
Di tempat lain, harga produk olahan kedelai terpantau bervariasi. Tempe dijual mulai Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu per papan tergantung ukuran, sedangkan harga tahu di Pasar Kebayoran Lama berada di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu dan dinilai masih normal.
Komoditas protein hewani terpantau belum mau turun dari harga puncaknya. Daging ayam di Pasar Cidodol dibanderol sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 55 ribu per kg, sedangkan di Pasar Kebayoran Lama bertengger di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 48 ribu per kg. Untuk harga telur ayam di Pasar Kebayoran Lama tercatat berada di angka Rp 27 ribu per kg.
Bagaimana dengan daging sapi? Harganya sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda melunak sejak Idulfitri lalu. Di Pasar Cidodol, daging sapi segar masih nangkring di harga Rp 150 ribu per kg.
“Belum turun lagi dari Lebaran (Idulfitri),” keluh seorang pedagang daging.
Para pedagang memprediksi tren kenaikan harga pangan ini akan terus terasa dan berpotensi kembali bergerak naik secara liar mendekati hari H Lebaran Haji jika pasokan jalur distribusi mengalami gangguan.
“Kalau mau Lebaran ini mahal semua,” pungkas salah satu pedagang bawang merah pasrah.













