banner 728x250

Gebrakan Baru! RI-Prancis Sepakat ‘Kawinkan’ Dua Program Sastra Raksasa

Gelaran Connection Night di Makassar sebagai komitmen memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya di bidang sastra dan literasi antara Indonesia dengan Prancis. (IST)

ABNnews – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia resmi berkomitmen memperkuat kerja sama kebudayaan. Fokus kolaborasi kali ini menyasar penguatan di bidang sastra dan literasi antar-kedua negara.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan mempertemukan dua program besar yang dimiliki oleh masing-masing negara.

“Kita akan ‘mengawinkan’ dua program besar, yaitu program Choix Goncourt Indonésie dari Pemerintah Prancis dengan program Read Indonesia serta Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra dari Pemerintah Indonesia. Kehadiran delegasi Prancis di MIWF tahun ini merupakan langkah awal yang krusial dari implementasi kerja sama tersebut,” ujar Anissa dalam pernyataan resminya, Sabtu (16/5/2026).

Kesepakatan besar ini digaungkan dalam gelaran “Connection Night” yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Acara tersebut merupakan buah kolaborasi nyata antara Kemenbud RI dan Kedutaan Besar Prancis.

Anissa menambahkan bahwa agenda Connection Night di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 bukan sekadar acara seremonial atau perayaan biasa. Ruang ini didesain sebagai wadah awal untuk membangun jembatan antar-ekosistem kebudayaan kedua negara.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan kolaborasi yang konkret, mulai dari pertukaran budaya, penerjemahan buku, residensi penulis, hingga kerja sama festival di masa mendatang,” tambahnya.

Melalui momentum ini, diplomasi budaya terbukti dapat berjalan beriringan dengan diplomasi politik. Sastra, seni, dan jejaring antar-manusia (people-to-people contact) menjadi instrumen utama dalam mempererat hubungan tersebut.

Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Indonesia dan Prancis telah menyusun tiga agenda strategis yang akan digulirkan dalam waktu dekat:

* Partisipasi Indonesia di Paris (2027): Indonesia dipastikan akan ambil bagian dalam ajang bergengsi Le Festival du Livre de Paris 2027 dengan memboyong delegasi penulis dan penerbit tanah air.

* Keterlibatan Prancis di IIBF (2026-2027): Pemerintah Prancis akan terlibat aktif dalam gelaran Indonesia International Book Fair (IIBF) edisi 2026 dan 2027.

* Subsidi Penerjemahan Internasional: Pengembangan skema subsidi penerjemahan bagi penerbit Prancis dan penerbit internasional lainnya. Langkah ini diambil guna mendukung penerjemahan dan penerbitan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa dunia.


Melalui tiga dobrakan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperluas akses karya sastra Indonesia di tingkat global sekaligus mempererat hubungan bilateral secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *