banner 728x250

Sinyal Kuat Pembatasan BBM Subsidi, Kendaraan CC Besar Siap-siap Gigit Jari!

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

ABNnews – Wacana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kini semakin mendekati kenyataan. PT Pertamina Patra Niaga selaku operator menegaskan siap mengeksekusi aturan tersebut begitu pemerintah mengetok palu regulasi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini dalam posisi menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah.

“Kami sebagai operator menunggu dan akan mengikuti arahan pemerintah. Porsi juknis dan tata caranya ada di pemerintah, apakah melalui BPH Migas dan Dewan Energi Nasional (DEN), atau BPH yang akan keluarkan regulasinya,” ujar Roberth dikutip dari Kontan, Jumat (15/5/2026).

Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Satya Widya Yudha, membeberkan bahwa pembatasan ini bertujuan agar subsidi lebih tepat sasaran. Nantinya, skema pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar akan didasarkan pada kapasitas silinder mesin (CC) dan jenis kendaraan.

Payung hukum kebijakan ini tengah digodok melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

“Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan, potensi hematnya hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume,” kata Satya.

Kondisi ekonomi makro, terutama pelemahan nilai tukar rupiah, disinyalir menjadi pendorong kuat wacana ini segera direalisasikan. Pelemahan rupiah membuat beban fiskal negara untuk menyubsidi BBM semakin berat.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah intens membahas dampak pelemahan rupiah ini bersama jajaran menteri terkait lainnya.

“Itu kebetulan Pak Menteri (ESDM) sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu saja,” ujar Laode, Rabu (13/5).

Meski sinyal pembatasan sudah menguat, masyarakat diminta tidak panik. Hingga saat ini, pertemuan antar-menteri tersebut belum membuahkan keputusan final yang mengubah harga atau skema distribusi di lapangan.

“Kan belum ada info-info lain lagi selain yang ada sekarang. Jadi kita lihat perkembangan berikutnya saja nanti,” pungkas Laode.

Pertamina Patra Niaga pun memastikan penyaluran BBM di seluruh SPBU masih tetap mengacu pada aturan yang berlaku saat ini sembari memantau perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *