banner 728x250

Indonesia-Jerman Teken Kerja Sama Baru, Produk Manufaktur RI Makin Berkelas

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kemenperin)

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus tancap gas memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Indonesia resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Jerman dalam bidang Quality Infrastructure (infrastruktur mutu).

Langkah besar ini ditandai dengan perhelatan 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Kerja sama ini menjadi kunci agar produk manufaktur Indonesia semakin kompetitif, adaptif, dan mampu menembus pasar ekspor lebih luas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan sistem infrastruktur mutu sangat krusial di tengah dinamika perdagangan global dan transformasi digital.

“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia–Jerman periode 2026–2027. Agenda ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kedua negara, lembaga standardisasi, hingga asosiasi industri.

Kepala BSKJI Kemenperin, Emmy Suryandari, menyebut bahwa infrastruktur mutu bukan sekadar urusan teknis, melainkan perlindungan bagi konsumen dan jembatan akses pasar internasional.

“Infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing industri nasional, perlindungan konsumen, peningkatan akses pasar internasional, serta transformasi industri berkelanjutan,” tutur Emmy.

Dalam forum tersebut, terdapat tiga isu strategis yang dibedah habis oleh delegasi Indonesia dan Jerman:
1. Harmoniasi Sistem: Membahas kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA) untuk memperlancar akses pasar.

2. Keselamatan & Kualitas: Memperkuat peran standar nasional yang sesuai dengan sistem internasional guna meningkatkan kepercayaan pasar.

3. Digitalisasi: Menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa.


Delegasi Jerman dipimpin oleh Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE). Dengan sinergi ini, Indonesia optimistis produk lokal akan memiliki standar yang diakui secara global.

“Kami berharap kerja sama kedua negara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri di masa depan,” pungkas Emmy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *