banner 728x250

Waspada Teror Tikus! 4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kadinkes DKI Beri Peringatan Keras

Ilustrasi. (Reuters/Dado Ruvic)

ABNnews – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan temuan empat kasus Hantavirus di ibu kota sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan telah sembuh, sementara satu pasien lainnya masih berstatus suspek dan menjalani isolasi intensif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebut pasien suspek tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menegakkan diagnosis pasti.

Ani menjelaskan bahwa mayoritas pasien yang ditemukan menunjukkan gejala ringan dan sudah kembali pulih. Namun, prinsip kehati-hatian tetap diterapkan bagi pasien yang masih berstatus suspek dengan menempatkannya di ruang isolasi khusus penyakit menular.

“Di 2026 yang ada di catatan kami sampai sekarang ini ada empat kasus yang sudah kita temukan. Tiga orangnya sudah sembuh, bergejala ringan. Satu orangnya sekarang masih suspek, belum tegak (pasti),” kata Ani di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Berbeda dengan COVID-19 yang sempat mengejutkan sebagai penyakit baru, Ani menegaskan bahwa Hantavirus sebenarnya adalah virus lama yang sudah dipantau secara rutin setiap tahun. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak meremehkan keberadaannya.

“Hantavirus sebetulnya virus lama ya, itu bukan virus baru. Jadi berbeda dengan COVID dulu kan memang dia new emerging. Sudah dimonitor terus sebenarnya setiap tahun,” ujarnya.

Meski gejalanya sejauh ini masih ringan, Ani mengimbau warga DKI untuk waspada terhadap area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Ia menyarankan penggunaan masker dan alat pelindung diri jika harus beraktivitas di tempat kotor atau area yang terkontaminasi hewan pengerat.

“Kalau kita berada di tempat yang kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat yang kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker dan sesudahnya cuci tangan,” ucap Ani.

Sebagai informasi, Hantavirus yang ditemukan di Indonesia umumnya berjenis Seoul Virus yang memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Penyakit ini menyerang ginjal dan pembuluh darah dengan gejala awal seperti demam, mual, hingga gagal ginjal.

Namun, masyarakat juga harus mewaspadai tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Tipe ini memiliki tingkat kematian (Case Fatality Rate) yang sangat mengerikan, bahkan bisa mencapai 50 persen.

Ada tiga alasan utama mengapa virus ini tidak boleh dipandang sebelah mata:
1. Sering Salah Diagnosis: Gejalanya mirip dengan DBD, tipes, atau leptospirosis sehingga sering tidak terdeteksi.

2. Reservoir Melimpah: Indonesia memiliki setidaknya 15 spesies tikus yang terkonfirmasi membawa virus ini.

3. Potensi Fatal: Pada kasus berat, tingkat kematiannya bisa mencapai puluhan persen.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *