ABNnews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengawali tahun 2026 dengan performa yang mentereng. Tak tanggung-tanggung, bank pelat merah ini berhasil mencatatkan sejarah baru dalam penghimpunan dana masyarakat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pencapaian tabungan BRI berhasil menembus level psikologis Rp 600 triliun!
Dalam konferensi pers kinerja keuangan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026), Hery Gunardi memamerkan capaian Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.555 triliun.
Pendorong utamanya adalah dana murah alias Current Account Saving Account (CASA) yang melonjak 13,2% menjadi Rp 1.058,6 triliun. “Angka tersebut juga menandai tonggak penting bagi BRI, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, tabungan BRI mencapai Rp 605,8 triliun,” ujar Hery bangga.
Berkat strategi memperkuat dana murah, biaya dana atau cost of fund (CoF) BRI berhasil ditekan menjadi 2,3%. Angka ini membaik signifikan dibanding posisi Triwulan I 2025 yang berada di level 3%.
“Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat CASA. Memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan,” jelas Hery. Hal ini tak lepas dari makin gacornya transaksi digital lewat BRImo, Qlola, hingga QRIS BRI yang bikin nasabah makin rajin bertransaksi.
Struktur pendanaan yang makin solid ini otomatis bikin laba BRI makin gemuk. Hingga akhir Maret 2026, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,5 triliun, alias tumbuh 13,7% yoy.
Pertumbuhan laba ini berjalan beriringan dengan penyaluran kredit yang tetap kuat. Kredit dan pembiayaan BRI tercatat tumbuh 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun, sementara total aset kini sudah menyentuh angka fantastis Rp 2.250 triliun.
Hery menegaskan bahwa BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tapi juga menjaga kualitasnya. Keseimbangan antara ekspansi kredit yang tetap kuat dan efisiensi biaya dana yang terjaga menjadi kunci stabilitas bisnis perseroan di tengah dinamika ekonomi.
“BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” pungkasnya.













