banner 728x250

Siap-siap! Indonesia Bakal Kedatangan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Ini Bocorannya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: BMPI/Kris

ABNnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membawa kabar terbaru soal pasokan energi nasional. Bahlil mengungkapkan bahwa minyak mentah asal Rusia bakal segera masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah tensi geopolitik global yang belum stabil.

Bahlil menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan stok energi di dalam negeri. Ia mengonfirmasi bahwa proses pengadaan minyak dari Negeri Beruang Merah tersebut sudah berjalan.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Untuk (minyak mentah asal) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil usai acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/5/2026).

Meski mengonfirmasi kedatangan minyak tersebut, Bahlil masih menutup rapat rincian harga pembeliannya. Ia hanya menekankan bahwa transaksi ini dilakukan melalui skema business to business (B2B).

“Itu B2B saja. Nanti kita bicarakan ya. Saya nggak mau terlalu mendalam gitu, bahaya itu,” ucap Bahlil sambil berkelakar.

Untuk diketahui, Indonesia telah mendapatkan jatah impor minyak mentah mencapai 150 juta barel dari Rusia. Kesepakatan jumbo ini merupakan buah dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Bahlil ke Moskow beberapa waktu lalu.

Tak hanya minyak mentah, pemerintah juga mulai melirik peluang untuk memboyong Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Namun, rencana ini masih dalam tahap pengkajian karena stok domestik saat ini dinilai masih sangat aman.

“Kalau LPG masih dalam tahap pembicaraan ya. Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” tutur Bahlil.

Bahlil menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjamin ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari Solar hingga bensin dengan berbagai angka oktan. Baginya, dalam kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, keamanan pasokan jauh lebih krusial dibanding kebijakan lainnya.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini, negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *