banner 728x250

Aljiro-Smansa Semarang Dorong Model Kolaborasi Sekolah-Alumni untuk Menjawab Tantangan SDM Nasional

Nadzar Lendi

ALJIRO–SMANSA ke-76 Dorong Model Kolaborasi Sekolah–Alumni untuk Menjawab Tantangan SDM Nasional

ABNnews – Ikatan Keluarga Besar Aljiro Semarang Rangkaian Reuni Akbar Ikatan Keluarga Besar Aljiro Semarang ke-76 resmi dimulai melalui Kick Off Nasional Youth & Social Issues Summit, sebagai langkah awal penyusunan policy brief pendidikan yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Mengusung tema “Beyond Nostalgia”, kegiatan ini menandai transformasi peran alumni—dari sekadar wadah silaturahmi menjadi kekuatan kolektif yang berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Kolaborasi Sekolah–Komite–Alumni sebagai Model Baru

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo, menekankan pentingnya membangun kolaborasi strategis antara sekolah, komite sekolah, dan alumni.

Menurutnya, sinergi ini berpotensi menjadi model baru dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, termasuk kebijakan zonasi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Jika kolaborasi ini dibangun secara sistemik, maka dapat menjadi model yang tidak hanya relevan untuk satu sekolah, tetapi dapat direplikasi secara lebih luas,” ujarnya.

Ketum ALJIRO SMANSA: Human Resources Development Jadi Penentu Daya Saing Global

Ketua Umum ALJIRO SMANSA, Mayjen TNI (Purn.) Hendarji Supanji, menegaskan pentingnya penajaman fokus pada Human Resources Development (HRD) sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Ia menyoroti bahwa tantangan rendahnya Human Development Index (HDI) harus dijawab melalui penguatan kualitas sumber daya manusia secara sistemik dan berkelanjutan, agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi global yang semakin kompetitif.

“Tanpa transformasi serius dalam human resources development, bonus demografi berpotensi berubah dari peluang menjadi beban nasional,” tegasnya.

Berbasis Data dan Tahapan Terstruktur

Dalam laporannya, Event Coordinator, Prof. Bulan Prabawani, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini telah dirancang secara bertahap dan berbasis evidence.

Proses penyusunan policy brief diawali dengan kajian literatur, survei awal, serta pemetaan isu strategis, yang kemudian akan diperdalam melalui forum diskusi terarah (FGD) lanjutan yang lebih fokus dan praktikal, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang implementatif.

Dari Event Menuju Gerakan Pemberdayaan

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar, Koeshartanto, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial.

“Yang kita bangun bukan sekadar program atau kumpulan event. Ini adalah gerakan pemberdayaan yang dijahit untuk menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 13 events strategis dalam rangkaian reuni disusun sebagai satu kesatuan perjalanan bertema: “Membangun Masa Depan dan Peradaban Bangsa melalui Sekolah.”

Rangkaian ini terbagi dalam tiga fase utama: Connecting Generations (penyatuan energi lintas generasi) Leaving a Legacy (kontribusi nyata bagi masyarakat) Moving Forward Together (penguatan gerakan berkelanjutan)

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi penanaman pohon legacy, musyawarah besar alumni, donor darah, heritage program, culture night, run 5K, serta bazar UMKM.

Koeshartanto juga menekankan pentingnya momentum ini dalam konteks nasional:

“Bonus demografi harus kita jadikan sebagai kekuatan, bukan beban. Jika kita kerjakan sendiri-sendiri, ini hanya akan menjadi karya. Namun jika kita kerjakan bersama, ini akan menjadi mahakarya bagi masa depan bangsa, ” Ujarnya.

Komitmen Alumni dan FGD Lanjutan

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh alumni lintas profesi, antara lain Prof. Zaenuri, Prof. Daniel Rosyid, Dr. Yus, Dr. Bambang, Dr. Dodik, Dr. Urip, Prof. Nur Eka, Prof. Farid, serta tokoh alumni lainnya.

Para peserta menyatakan komitmen untuk mengawal proses perumusan kebijakan hingga tuntas, berpartisipasi aktif dalam FGD lanjutan, serta memastikan hasilnya dapat diimplementasikan secara nyata.

Forum ini juga menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk alumni.

Selaras dengan Agenda Nasional

Inisiatif ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang SDGs, khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas, penguatan SDM, dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Tentang ALJIRO SMANSA

ALJIRO SMANSA merupakan wadah alumni yang berkomitmen untuk memperkuat kontribusi lintas generasi dalam pembangunan pendidikan dan masyarakat, melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis pemberdayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *