ABNnews – Di tengah pesatnya pertumbuhan trafik udara dan meningkatnya kompleksitas operasional, Indonesia mengambil peran strategis.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan baru saja sukses menjadi tuan rumah 23rd Cooperative Development of Operational Safety and Continuing Airworthiness Programme – South East Asia (COSCAP-SEA) Steering Committee Meeting di Bali, 22–23 April 2026.
Forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk menyelaraskan kebijakan demi menciptakan langit yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Pertemuan ini bukan forum biasa. Para pemimpin otoritas penerbangan sipil dari negara anggota COSCAP-SEA berkumpul, didampingi oleh Regional Director ICAO Asia Pacific dan Chief Technical Advisor COSCAP-SEA. Bahkan, raksasa industri seperti Airbus, Boeing, ATR, hingga perwakilan EASA dan DGAC France turut hadir untuk memberikan masukan.
Dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dipercaya menjadi Chairman yang memimpin jalannya sidang dan pembahasan agenda strategis.
“Atas nama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kami menyampaikan terima kasih kepada ICAO Asia Pacific Office dan EASA atas dukungan terhadap pertemuan ini, serta kepada seluruh negara anggota dan mitra atas komitmen dan partisipasi yang terus diberikan dalam program ini,” ujar Lukman.
Lukman menekankan bahwa COSCAP-SEA adalah wadah kolaborasi yang sangat efektif. Negara-negara anggota saling berbagi pengalaman dan keahlian untuk menjawab tantangan bersama di sektor penerbangan.
“Di tengah pertumbuhan trafik udara, perkembangan teknologi, dan meningkatnya kompleksitas operasional, forum ini penting untuk meninjau capaian, menyelaraskan prioritas, dan memperkuat langkah bersama dalam meningkatkan keselamatan penerbangan,” tegasnya.
Menurutnya, forum ini adalah pijakan penting untuk melanjutkan penguatan pengawasan keselamatan penerbangan melalui kerja sama regional yang lebih solid.
Agenda pertemuan mencakup evaluasi pelaksanaan program COSCAP-SEA serta pembahasan prioritas kerja ke depan. Salah satu poin krusial adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan penerbangan di Asia Tenggara.
“Saya yakin pertemuan ini akan menghasilkan arah kebijakan yang jelas dan bermanfaat bagi keberlanjutan COSCAP-SEA. Saya juga berharap seluruh peserta memperoleh hasil yang produktif selama pertemuan,” tutup Lukman.
Penyelenggaraan forum ini semakin menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengambil peran aktif dalam kerja sama regional demi mewujudkan sistem transportasi udara yang lebih aman bagi dunia.













