banner 728x250

185 Juta Orang Kelas Menengah Jadi Penentu Nasib Indonesia di Tahun 2026

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

ABNnews – Ketidakpastian global gara-gara tensi geopolitik dan rantai pasok yang mampet memang bikin pusing dunia. Tapi tenang, ekonomi Indonesia diklaim masih tangguh alias resilien! Rahasianya? Apalagi kalau bukan karena konsumsi rumah tangga kita yang “nggak ada matinya”, terutama dari peran strategis kelas menengah.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan betapa vitalnya peran kelas menengah bagi napas ekonomi nasional. Bayangkan saja, sekitar 54-55% PDB kita itu asalnya dari konsumsi rumah tangga!

“Kalau dilihat dari share-nya ke ekonomi kita, betapa pentingnya peran kelas menengah di Indonesia. Tidak hanya terhadap spending, komposisi PDB kita 54-55% adalah dari konsumsi rumah tangga,” ujar Susiwijono dalam IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski dunia lagi “batuk-batuk”, pemerintah tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,4% di tahun 2026 bakal tercapai. Angka ini didukung oleh inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang kuat, dan keyakinan konsumen yang tetap positif.

Susiwijono menyebut saat ini kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah jumlahnya mencapai 185,35 juta orang alias 66,35% dari total penduduk. Kelompok inilah yang jadi tulang punggung daya beli nasional.

Tapi ada catatan nih, Pemerintah lagi memantau adanya pergeseran dari kelas menengah ke kelompok “menuju kelas menengah”. Artinya, ada tekanan daya beli yang nyata, terutama buat warga perkotaan.

Apalagi, pola konsumsi kelas menengah sekarang makin bergeser ke arah gaya hidup, perumahan, dan transportasi. Ditambah lagi, makin banyak pekerja yang pindah ke sektor jasa dan sektor informal dengan proporsi pekerja formal yang menurun.

Belajar dari fenomena Chilean Paradox di mana ekonomi tumbuh tinggi tapi kesejahteraan nggak merata pemerintah janji nggak bakal tinggal diam. Berbagai “vitamin” buat kelas menengah sudah disiapkan, mulai dari: Insentif perpajakan buat meringankan beban. Dukungan sektor perumahan lewat FLPP. Serta Insentif otomotif dan subsidi energi.


“Sehingga kelas menengah kita yang menjadi tulang punggung penentu ekonomi Indonesia betul-betul kita dorong, kita berdayakan, dan berkontribusi positif untuk perekonomian nasional,” pungkas Susiwijono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *